pulsa-logo

Ragam Auto Fokus Pada Kamera Smartphone


Aldrin Symu

Rabu, 31 Januari 2018 • 10:36


image: techspot.com

Kamera sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan buat smartphone. Kemampuan kamera pada smartphone juga semakin canggih dan selengkap kamera DSLR. Bila awalnya kamera pada ponsel sekedar mengambil image dengan resolusi rendah, kini kamera pada ponsel sudah mampu mengambil objek secara makro. Pada smartphone, kamera tidak hanya dituntut memiliki resolusi yang semakin besar, namun juga mempu melakukan auto fokus lebih cepat. Besaran piksel diharapkan mampu menghasilkan gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. Selanjutnya kita hanya akan membahas auto fokus lebih dalam.

Auto Fokus Pada Kamera Smartphone

Sama seperti prinsip mata kita bekerja, untuk gambar bisa menjadi jelas, cahaya yang tiba di image sensor harus dalam titik fokus. Untuk mendapatkan titik fokus ini pada kamera smartphone, lapisan lensa pada kamera smartphone perlu digerakkan supaya mendapatkan titik fokus.

Walaupun berukuran kecil, ternyata kamera smartphone memiliki VCM (voice coil motor), yang dengan prinsip kerja magnetik, menggerakkan posisi lensa kamera untuk mendapatkan fokus. Seberapa jauh jarak gerak maju mundur lensa yang tepat untuk mendapatkan fokus, didapat dari data metode auto fokus yang dipilih.

Terdapat beberapa teknik atau teknologi yang digunakan smartphone dalam melakukan auto fokus. Diantaranya yaitu metode ‘contrast autofocus’, ‘laser autofocus’, ‘light assist autofocus’, ‘phase detection autofocus’ dan yang terbaru ‘dual pixel autofocus’. Bagaimana cara kerja teknologi auto fokus tersebut berikut penjelasannya.

Contrast Autofocus


Cara auto fokus ini termasuk konvensional, tetapi masih banyak smartphone yang menggunakannya. Cara kerjanya, ketika cahaya diterima lensa, lensa bergerak maju dan mundur sampai mendapatkan kontras yang paling tinggi, dan menetapkannya sebagai titik fokus. Cara auto fokus ini paling sederhana, hanya saja bekerjanya lambat dan terkadang tidak terlalu tepat, apalagi di tempat yang sedikit cahaya atau temaram.

Laser Autofocus

Cara kerja dari teknologi ini adalah dengan adanya sinar laser yang ditembakkan pada objek foto. Kemudian dari pantulan sinar tersebut, kamera mengetahui jarak objek secara real. Auto fokus dengan cara ini lebih cepat dan lebih tepat dibanding cara konvensional. Auto fokus ini juga mampu bekerja baik di tempat temaram atau suram. Kekurangan dari cara fokus ini, efektifitas jaraknya pendek, dan tidak bisa bekerja untuk objek yang jauh dan besar, misalnya foto landscape atau foto area terbuka karena pantulan sinar laser sudah sulit diterima kembali untuk mengetahui jarak.

image: gizmotimes.com

Light Assist Autofocus

Prinsip yang hampir mirip dengan Laser Autofocus adalah Light Assist Autofocus.  Sesuai namanya, Light Assist Autofocus bekerja dengan memberi penerangan cepat pada objek yang akan diambil. Tujuannya agar lensa dapat melihat objek dan mengetahui jarak fokus. Cara auto fokus dengan light assist ini biasanya lebih berguna untuk foto minim pencahayaan dengan jarak objek yang tidak jauh. Cahaya yang digunakan bisa didapat dari infra red atau memanfaatkan blitz pada kamera yang berkedip seperti lampu strobo. Cara auto fokus ini tidak cocok untuk foto candid atau pada binatang, karena sinar yang dikeluarkan menyita perhatian.

Phase Detection Autofocus (PDAF)

Sinar yang masuk ke lensa dibedakan menjadi dua bagian, sinar dari lensa di sisi kanan dan sisi kiri. Ketika sinar ini jatuh ke image sensor, image sensor mendeteksi tahap perbedaan sinar dari sisi kiri dan sisi kanan lensa, seberapa jauh tahap perbedaan ini, dan menetapkan titik temu fokus yang seharusnya. Teknik ini menghasilkan fokus yang cepat dan tepat, tidak masalah objek dekat atau jauh dan besar atau di ruang terbuka. Sayangnya karena mengandalkan cahaya, auto fokus ini akan bekerja lebih lambat di ruangan minim cahaya, karena cahaya yang diterima oleh image sensor lebih sedikit.

Hybrid Autofocus

Hybrid autofocus merupakan gabungan dari auto fokus yang dijelaskan sebelumnya. Misalnya Laser Autofocus digabung dengan Contrast Autofocus, dimana saat laser autofocus tidak bisa bekerja memotret landscape, maka contrast autofocus mengambil alih cara mendapatkan fokus.

Dual Pixel Autofocus

Cara fokus yang baru ini pertama diperkenalkan oleh Canon pada produk kamera DSLR nya,  EOS 70D. Kini cara yang sama ditransformasi oleh Samsung untuk digunakan pada smartphone terbarunya Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge. Prinsip kerjanya sebenarnya mirip dengan PDAF yaitu memisahkan cahaya dari sebelah kiri dan kanan lensa, kemudian melihat perbedaannya saat diterima oleh image sensor.

image: cultofmac.com

Cara lebih mudah memahami PDAF yang lebih lanjut ini, kita membayangkan cahaya yang dipisahkan masuk dari kiri dan kanan lensa, adalah seperti cara mata kita bekerja. Mata kiri dan mata kanan sebenarnya menerima informasi gambar yang berbeda, karena terdiri dari dua buah optik.

Dikutip dari berbagai sumber