pulsa-logo

Langgar 200 Paten, Xiaomi Digugat Coolpad


Nariswari

Kamis, 01 Februari 2018 • 09:58

Xiaomi, Coolpad, Gugatan Hukum, Xiaomi Digugat, Xiaomi Mencontek, Xiaomi Menjiplak


Coolpad Cool Dual (Sumber: PULSA)Coolpad Cool Dual (Sumber: PULSA)

Persaingan bisnis smartphone yang ketat, kadang memang menimbulkan “gesekan” dan friksi  yang kurang mengenakkan. Berbagai strategi kerap dilakukan oleh banyak vendor smartphone untuk tetap eksis dan memenangkan persaingan. Bahkan tidak jarang, berbuntut ke wilayah hukum. Sebuah media Tiongkok melaporkan bahwa produsen smartphone Coolpad menuding Xiaomi telah berbuat curang dalam berbisnis dengan melanggar lebih dari 200 paten milik perusahaannya.

Coolpad telah menuntut Xiaomi ke Pengadilan Beijing terkait dengan tuduhan melakukan pelanggaran paten. Xiaomi mentah-mentah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka belum menerima surat panggilan apapun dari pengadilan.

Kasus ini bermula dari ucapan CEO Coolpad, Jiang Chao yang menyebutkan bahwa mereka memutuskan untuk menuntut Xiaomi atas pelanggaran 6 paten dari total lebih dari 200 paten yang dipersoalkan tersebut.

Ia kemudian mengisyaratkan bahwa dengan hanya menuntut enam buah pelanggaran, Coolpad berharap akan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Tiongkok akan pentingnya perlindungan atas hak kekayaan intelektual.

Gugatan yang mereka lakukan tersebut menurutnya sama sekali tidak dimaksudkan oleh sang vendor untuk memanfaatkan nama Xiaomi yang kini lagi naik daun. 

Beliau  juga mengungkapkan bahwa Coolpad memiliki lebih dari 10.000 paten yang diotorisasi hanya untuk digunakan oleh Qualcomm, dan tidak diizinkan untuk digunakan oleh pihak ketiga. Jiang Chao mencatat bahwa ratusan paten yang terkait dengan dual standby bahkan tidak tersedia untuk Qualcomm.

Xiaomi dalam tanggapannya terkait hal ini menyatakan bahwa pihaknya saat ini telah memiliki beberapa perjanjian paten dengan Microsoft, Nokia, dan pemegang paten lainnya. Selain itu, Xiaomi  mengatakan  bahwa pihaknya juga meningkatkan upaya Riset & Pengembangan produknya dengan mendirikan pusat Litbang baru yang berlokasi di Shenzhen.


Meski paten dual standby mungkin saja dimiliki oleh Nokia atau Microsoft, namun jika merujuk pada wilayah hukumnya yang berlokasi di Tiongkok, maka besar kemungkinan gugatan terkait kasus ini tidak akan menyertakan paten yang didaftarkan oleh dua perusahaan asing yang berlokasi di Eropa atau Amerika Serikat. (Nariswari/Galing)

Sumber: CNBeta via GizmoChina