pulsa-logo

Heboh! Samsung Siap Buat Chipset Penambang Bitcoin


Nariswari

Kamis, 01 Februari 2018 • 16:25

Samsung, Bitcoin


Samsung (Sumber: PULSA)Samsung (Sumber: PULSA)

Setelah mencermati kecemerlangan pasar perangkat keras untuk aktivitas penambangan Bitcoin (Bitcoin Mining -red), Samsung tampaknya bertekad untuk lebih fokus memasuki bisnis ini lebih dalam. Menurut kabar terbaru  dari The Bell, pabrikan smartphone yang bermarkas di Korea Selatan ini tengah mempersiapkan produksi massal chip Mining Bitcoin miliknya, setelah menuntaskan perancangan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) garapannya.

Chip ASIC tersebut kabarnya tengah siap dikirimkan kepada perusahaan Tiongkok yang tidak disebutkan namanya sebelum memulai produksi secara besar-besaran dalam waktu dekat.

Desas-desus usaha Samsung di segmen Mining Bitcoin ini dimulai pada bulan Oktober 2017, ketika perusahaan tersebut meluncurkan rig pertambangan bitcoin yang terbuat dari limbah smartphone Android jadul.

Lama tidak terdengar lagi kabarnya, sebuah laporna yang saling bertolak belakang menyebutkan bahwa Samsung  telah membangun kemitraan dengan produsen lain untuk memuluskan bisnisnya tersebut. Desas-desus yang berkembang menyebut-nyebut adanya kesepakatan bisnis antara Samsung perusahaan Rusia, Baikai. Seperti dilansir oleh Investor, kemitraan antara kedua perusahaan tersebut akan mendukung  produksi ASIC selama Januari 2018.

Menurut Analis dari Samsung Securities, produksi ASIC hanya akan mengambil sebagian kecil dari kapasitas produksi Samsung dan usaha baru ini tidak akan mempengaruhi produksi chipset lainnya.

Bisnis chipset mining  bitcoin ini diprediksi akan meningkat karena adanya pergeseran baru dalam mata uang virtual. Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Meski dinamakan uang, namun keberadaannya di banyak negara termasuk Indonesia kerap sekali mendapatkan tentangan dari otoritas moneter setempat.

Bitmain selaku produsen perangkat keras pertambangan Bitcoin terbesar dengan hampir 70% pangsa pasar, tentu akan menghadapi persaingan yang cukup sengit jika benar Samsung jadi masuk dalam bisnis ini. (Nariswari/Galing)


Sumber: TheBell via GizChina