pulsa-logo

Huawei Garap Keypad Futuristik yang Bisa Melayang di Udara, Penasaran?


Nariswari

Sabtu, 03 Februari 2018 • 13:57

Huawei, Huawei Smartwatch, Smartwatch Huawei, Jam Pintar Huawei


Paten Smartwatch Huawei (Sumber: Let's Go Digital via GizChina)Paten Smartwatch Huawei (Sumber: Let's Go Digital via GizChina)

Huawei baru saja mendapat hak paten unik yang dapat diaplikasikan ke perangkat smartwatch. Teknologi ini secara cerdas dapat mengakali ruang terbatas pada layar smartwatch. Adalah World Intellectual Property Organization (WIPO) yang menerima pengajuan  paten ini sejak tanggal 29 Juli 2016 oleh Huawei. Meski sudah lama diajukan namun dokumen paten ini baru saja diterbitkan oleh organiasasi tersebut pada hari Jumat (02/02/2018) kemarin dengan judul “Metode masukan gestur untuk piranti sandang dan perangkat yang dapat dikenakan”.

Paten ini menjelaskan cara yang “tidak biasa” untuk mengetikkan teks. Teknologi baru ini memungkinkan pengguna untuk mengetik huruf pada perangkat Anda cukup dengan menulis menggunakan ujung jari. Dengan pemanfaatan sensor ultrasonik atau sensor inframerah, pengguna dapat menulis di punggung tangan mereka.

Pertama-tama, smartwatch akan memindai bagian punggung  tangan pengguna. Untuk itu pengguna harus memastikan bahwa permukaan lengan dan tangan Anda berada pada ketinggian yang sama.

Dari gambar yang tertera tampak sekali bahwa smartwatch ini nantinya akan memanfaatkan keypad virtual berupa sorotan cahaya yang melayang menuju empat arah pada area sekitar pergelangan tangan Anda. Untuk mengetikkan teks, pengguna cukup menyentuh saja satu persatu tombol khayal cahaya yang berada pada area dimaksud.

Apa pun yang tertulis di bagian belakang tangan akan ditampilkan di smartwatch. Bahkan Huawei menambahkan beberapa  mode pengetikan. Seperti  tekanan dua klik, tekan agak lama dan  input teks dari beberapa jari.

Sebagai sebuah paten baru, jelas ini tergolong paten yang sangat cerdas dan bermanfaat jika memang diterapkan di piranti sandang yang memiliki bidang layar sangat sempit, yang tidak memungkinkan untuk melakukan pengetikan teks secara nyaman.

Meski sudah berhasil didaftarkan, namun hingga kini masih belum ada kejelasan soal kemungkinan produk ini untuk diproduksi serta dijual massal ke pasaran dalam waktu dekat. (Nariswari/Galing)


Sumber: LetsGoDigital via GizChina