pulsa-logo

Dua Tahun Lagi, 1 Miliar Smartphone Bakal Dilengkapi Fitur Face Recognition


Nariswari

Jum'at, 09 Februari 2018 • 11:02

Face ID, Face Recognition, Pengenalan Wajah, Pemindai Wajah


Sumber: PULSASumber: PULSA

Teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan oleh beberapa OEM raksasa seperti Apple dan Samsung, kemudian menjadi trend dan diikuti oleh banyak produsen smartphone lain untuk menyertakan fitur tersebut di perangkat mereka. Maka tidak heran, jika dalam beberapa tahun ke depan, akan makin banyak jumlah smartphone yang mengadopsi fitur canggih ini.

Menurut badan riset  pasar dan bisnis Counterpoint Research pada hari Kamis (8/2/2018), tahun 20120 mendatang akan terdapat lebih dari satu miliar unit smartphone yang akan memiliki fitur pengenalan wajah (face recognition).

Menurut hasil riset yang dilakukan, perkembangan ini dapat berdampak pada meluasnya adopsi fitur pengenalan wajah pada smartphone. Prediksi menyebutkan pula bahwa fitur ini perlahan-lahan akan mulai menggeser penggunaan sensor sidik jari secara bertahap di smartphone.

Masuknya teknologi pengenalan wajah ke dalam smartphone akan lebih cepat daripada fitur andalan lainnya karena  diprediksi fitur pengenalan wajah akan terus berkembang pada platform Android. Hampir 60% dari semua smartphone dengan fitur pengenalan wajah akan menggunakan teknologi 3D pada tahun 2020.

Data yang dikumpulkan dari  sensor 3D akan membantu teknologi lain yang tengah pesat berkembang seperti Augmented Reality, Virtual Reality and Artificial Intelligence untuk memperluas penggunaannya di masa depan.

Ketika berbicara tentang biometrik dalam hal keamanan dan kenyamanan, Counterpoint Research menemukan fakta bahwa kenyamanan umumnya lebih penting daripada keamanan bagi sebagian besar konsumen.

Meski akan meluas, namun penggunaan teknologi pemindaian sidik jari diprediksi tidak akan mati. Hal ini wajar adanya mengingat menatap smartphone untuk membuka layar yang tengah terkunci memang tidak selalu dapat dilakukan dalam berbagai situasi. Contohnya pengguna akan merasa kurang nyaman melakukannya ketika berada di tengah keramaian. Dalam kondisi seperti ini teknologi pemindaian sidik jari tentu masih akan jadi pilihan. (Nariswari/Galing)


Sumber: Counterpoint Research via HindustanTimes