pulsa-logo

Gunakan Fasilitas Nuklir untuk Bitcoin, Ilmuwan Rusia ini Terjerat Kasus Hukum


Galing

Senin, 12 Februari 2018 • 20:23

Rusia, bitcoin


Ilustrasi Fasilitas Nuklir (Sumber: TheHackerNews)Ilustrasi Fasilitas Nuklir (Sumber: TheHackerNews)

Sejumlah ilmuwan Rusia yang bekerja untuk fasilitas nuklir rahasia negara tersebut telah ditangkap oleh pihak berwajib gara-gara bitcoin. Tuduhan yang dialamatkan kepada para ilmuwan tersebut terbilang sangat serius.

Seperti dilansir oleh BBC News dan AFP, insiden ini terjadi di pusat pengembangan nuklir Federal yang berlokasi di kota tertutup bernama Sarov. Kota ini sendiri didirikan pada masa uni Soviet dulu sebagai pusat utama pengembangan senjata nuklir. Dinobatkan sebagai wilayah paling misterius, lokasi kota Sarov bahkan tidak dicantumkan dalam peta negara Rusia.

Salah seorang jurubicara fasilitas nuklir Rusia, Tatiana Zalesskaya, menyatakan kepada kantor berita Interfax bahwa sejumlah peneliti yang bekerja di tempatnya telah ditahan setelah berupaya memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Mereka dituduh telah berusaha menggunakan perangkat milik kantor untuk keperluan penambangan bitcoin.

Tindakan melanggar hukum tersebut untungnya berhasil dicegah oleh petugas keamanan sebelum para peneliti tersebut berhasil melancarkan aksinya. Masih menurut Zalesskaya, upaya penyelidikan kriminal telah dibuka oleh pihak berwenang untuk mengungkap kejadian tersebut.

Sejumlah laporan bahkan menyebutkan bahwa para peneliti tersebut telah berupaya menghubungkan superkomputer milik laboratorium nuklir Rusia tersebut dengan jaringan internet supaya dapat dipakai untuk menambang bitcoin.

Meski begitu laporan lain menyangsikan bahwa target operasi para ilmuwan tersebut adalah superkomputer milik fasilitas nuklir negara tersebut. Demi alasan keamanan rahasia negara, komputer yang disinyalir dimanfaatkan tersebut sejatinya memang berada dalam posisi terisolasi dari jaringan internet. Setiap upaya untuk menyambungkan komputer berkenaan dengan jaringan internet secara otomatis akan memicu timbulnya peringatan keamanan yang akan langsung membuat para petugas di lingkungan fasilitas nuklir tersebut untuk melakukan tindakan pencegahan.

Masih menurut jurubicara yang sama, setiap tindakan serupa di masa depan tentu akan mendapatkan tindakan keras yang sama. Kegiatan semacam ini tidak akan mendapatkan toleransi di masa depan serta siapapun yang terlibat akan dikenakan dakwaan hukum. (Galing)


Sumber: 1, 2