pulsa-logo

Xiaomi Siap Terjun ke Bisnis Smartphone Gaming?


Nariswari

Selasa, 13 Februari 2018 • 14:09

Xiaomi, Smartphone gaming Xiaomi


Sumber: Weibo via GizmoChinaSumber: Weibo via GizmoChina

Beberapa hari yang lalu, Meizu dikabarkan mencari 10 gamer yang dilibatkan dalam pengujian smartphone terbaru mereka yakni Meizu E3. Bahkan belum lama ini Razer meluncurkan smartphone gaming terbarunya yang dibangun dengan spesifikasi ciamik. Asus juga dikabarkan akan menggarap smartphone gaming yang siap akan diluncurkan akhir tahun ini. Sangat menarik untuk dilihat apakah ini menjadi tren lain di industri industri smartphone beberapa tahun ke depan.  Sebuah kabar terbaru menyebutkan bahwa Xiaomi diam-diam rupanya tengah bersiap menggarap smartphone gaming, lho!

Xiaomi melalui anak perusahaannya yang bernama Nanchang Black Shark Technology Co, Ltd dikabarkan sedang  menggarap smartphone gaming. Smartphone generasi terbaru tersebut nantinya akan ditujukan untuk  multimedia dan pecinta game mobile.

Memang, sejauh ini belum banyak informasi yang bisa digali terkait dengan smartphone gaming yang sedang digarap oleh  Nanchang Black Shark Technology Co, Ltd tersbeut. Namun anak perusahaan Xiaomi tersebut diketahui telah membuat sebuah akun Weibo yang dengan terang-terangan menyatakan sebagai produsen smartphone gaming.

Lewat tangan anak usahanya tersebut, Xiaomi rupanya tidak akan meluncurkan smartphone gaming dengan mereknya sendiri untuk berkompetisi langsung dengan pabrikan lain semacam Meizu dan Razer. Terlebih lagi, bisnis smartphone gaming di beberapa tahun belakangan ini masih belum banyak dilirik oleh para vendor.

Meski belum ada teaser yang diberikan oleh akun Weibo yang baru saja dibuat tersebut, namun salah satu badan pemerintah sempat mengisyaratkan akan adanya perangkat dari Xiaomi yang akan dibekali oleh “sistem pendinginan canggih” yang disebut sebagai "Aviation Class" dan chipset flagship.

Sebagian besar prosesor kelas atas biasanya mengemas chipset dengan manajemen daya yang efisien dan kekuatan yang cukup untuk menangani sejumlah aplikasi games yang berat dan  sangat intensif secara grafis. Namun sayangnya kebanyakan dari chipset tersebut belum diimbangi oleh hadirnya sistem pendinginan yang baik yang tentu saja memicu adanya kelebihan panas (overheating).

Dari pihak Xiaomi hingga sekarang sayangnya masih belum memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi hal tersebut. (Nariswari/Galing)


Sumber: Weibo via GizmoChina