pulsa-logo

Petinggi Intelijen Sarankan Warga AS Tak Gunakan Ponsel Huawei, Alasannya?


dian iskandar

Kamis, 15 Februari 2018 • 10:10

Huawei,huawei indonesia,Nova 2i,mate 10,mate 10 pro,smartphone terbaik 2018


Enam Kepala badan intelijen Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan warganya agar tidak menggunakan produk dan layanan yang dibuat oleh raksasa teknologi China Huawei dan ZTE. Menurut sebuah laporan dari CNBC, kepala intelijen membuat rekomendasi tersebut saat sidang Komite Intelijen Senat pada hari Selasa. Kelompok tersebut termasuk diantaranya kepala FBI, CIA, NSA, dan Direktur Intelijen Nasional.

Dalam kesaksiannya, Direktur FBI Chris Wray, seperti dikutip PULSA dari The Verge mengatakan bahwa Pemerintah (AS) "sangat prihatin terhadap risiko dengan mengizinkan setiap perusahaan atau entitas yang terikat pada pemerintah asing agar tidak memberi value untuk mendapat posisi yang berkuasa di dalam jaringan telekomunikasi kita." Dia juga menambahkan bahwa ini akan “(memiliki) kemampuan untuk memodifikasi atau mencuri informasi. Dan itu menyediakan kapasitas untuk melakukan spionase yang tidak terdeteksi. "

Peringatan ini bukanlah hal baru. Komunitas intelijen AS telah lama mewaspadai Huawei yang telah digambarkan oleh politisi AS sebagai "secara efektif merupakan bagian dari pemerintah China." Perhatian ini menyebabkan pelarangan penawaran Huawei untuk kontrak pemerintah AS pada tahun 2014, dan sekarang menyebabkan masalah bagi dorongan perusahaan ke dalam barang elektronik konsumen.

Meskipun Huawei telah menjelma menjadi perusahaan telekomunikasi yang sukses di dunia dengan menciptakan perangkat keras untuk infrastruktur komunikasi, smartphone Huawei juga terbukti sangat sukses dalam beberapa tahun terakhir. September lalu, Huawei justru mengungguli Apple sebagai produsen smartphone terbesar kedua di dunia, di belakang Samsung.

Namun perusahaan tersebut tidak pernah bisa masuk di pasar Amerika, ini karena sebagian disebabkan oleh pertentangan dari Pemerintah AS. Bulan lalu, Huawei berencana meluncurkan flagship Mate 10 Pro terbarunya di AS melalui AT & T, namun akhirnya  AT&T menarik diri dari kesepakatan pada saat terakhir, yang dilaporkan karena tekanan politik. (*)

Sumber: CNBC via TheVerge