pulsa-logo

iPhone Tak Berkutik di Asia, Termasuk di Indonesia


Nariswari

Selasa, 20 Februari 2018 • 11:29

iPhone,penjualan iphone,xiaomi,xiaomi vs iphone


Tidak dipungkiri, saat ini pabrikan smartphone asal Cina seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo sangat agresif  dan mencengkeram beberapa wilayah potensial di Asia seperti  India dan Indonesia.  Selain dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, beberapa smartphone asal negeri tirai bambu ini dinilai “lebih berani” dalam berinovatif dan mengembangkan teknologi baru. Seperti halnya Vivo yang baru-baru ini memperkenalkan Vivo X20 Plus UD (Under Display) yang di mana smartphone ini adalah yang perangkat pertama  di dunia yang memiliki fitur inovatif pemindai sidik jari di bawah layar.

Berkaca dari  ketatnya persaingan di bisnis smartphone tersebut, lalu bagaimana pertumbuhan Apple di pasar Asia? Mungkin ini bukanlah kabar yang menyenangkan bagi Apple. Karena  tampak bahwa pertumbuhan Apple di kawasan pasar smartphone terbesar di dunia (Asia) mengalami stagnasi selama beberapa tahun balakangan ini.

Kabar ini merujuk dari berbagai statistik angka penjualan smartphone Apple  yang menurun di beberapa negara di kawasan Asia. Di benua Asia, memang ada persaingan besar dari merek smartphone Cina seperti Xiaomi, Huawei, Vivo, dan Oppo. Bahkan di Cina saja, persaingan yang sangat ketat ini akhirnya “memaksa” LG Mobile keluar dari pasar smartphone di sana.

sumber: Gizchinasumber: Gizchina

Sebagian besar merek smartphone China memiliki  jajaran portfolio smartphone Android high-end yang hadir dengan  fitur lengkap, keren, dan dibanderol dengan  harga yang sangat kompetitif.

Di negara-negara Asia seperti India dan Indonesia, sebagian besar penduduknya  memilih untuk membeli  smartphone dengan banderol  harga ekonomis yakni  di bawah 300 dolar AS (setara dengan Rp. 4 jutaan),  sehingga merek iPhone ada di luar daftar belanja mereka. Untuk harga tersebut, satu-satunya iPhone yang bisa terbeli mungkin adalah iPhone SE 4 inci yang saat ini  telah berusia 4 tahun.

Di Cina, pangsa pasar Apple turun 5% dalam lima tahun berturut-turut  (dari 13% di tahun 2013 menjadi 8% di tahun 2018). Sedangkan di pasar smartphone terbesar kedua di dunia, India, Apple hanya memiliki pangsa pasar 2%. Sebaliknya, Xiaomi malah memperoleh pangsa pasar sangat besar yakni  16% di India dalam waktu dua tahun (dari 3% di tahun 2015 menjadi 19% di tahun 2017).


Dengan fakta bahwa harga banderol iPhone yang dianggap kemahalan, tawaran berbagai fitur  inpvatif yang  menarik di smartphone  Cina dan ketertarikan sebagian besar orang di kawasan ini yang memilih smartphone ekonomis, menjadikan Apple mungkin sulit  bersaing dengan smartphone merek China di kawasan  Asia. (*)

Sumber: Gizchina