pulsa-logo

Pengguna Go FOOD 65% Dari Luar Jabodetabek


Arief Burhanuddin

Sabtu, 24 Februari 2018 • 10:15


 

Anggapan bahwa memesan makanan melalui aplikasi GO FOOD hanya hobi orang-orang Jakarta ternyata tidak sepenuhnya benar. "60 hingga 65% order GO-FOOD dilakukan oleh pelanggan di luar Jabodetabek," Ungkap Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion GO-JEK di sela-sela acara pers conference Malam Juara GO-FOOD 2017 (23/2) kemarin. 

 

Sementara itu, lebih dari 70 persen mitra merchant GO-FOOD merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah. Dimana, rata-rata transaksi mereka meningkat 2,5 kali sejak bergabung dengan GO-FOOD.

 

Survei Khusus Ekonomi Kreatif yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik (2016) mengungkapkan bahwa usaha kuliner termasuk salah satu pendorong utama ekonomi kreatif di Indonesia. Sub-sektor kuliner menyumbang sekitar 41 persen kepada PDB ekonomi kreatif. Namun demikian, masih ada tantangan yang dihadapi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner untuk bertumbuh, terutama dari sisi pemasaran dalam negeri.

 


Catherine Hindra Sutjahyolebih lanjut mengatakan, “GO-JEK dan GO-FOOD hadir untuk membantu UMKM khususnya di bidang kuliner dalam meningkatkan skala bisnisnya. Dengan solusi teknologi yang kami tawarkan, GO-JEK membuka akses pasar yang lebih luas bagi pengusaha UMKM kuliner, kini mereka memiliki  akses langsung terhadap pelanggan tanpa perlu memiliki armada pesan-antar sendiri. Tidak hanya itu, UMKM kuliner juga kami bantu dari sisi brand awareness dan marketing.  Kami punya cita-cita UMKM bisa tumbuh dan berkembang bersama GO-FOOD dari yang mikro ke kecil, yang kecil ke menengah, bahkan dari menengah sampai besar.”

 

Malam Juara GO-FOOD 2017

 

Malam Juara GO-FOOD 2017 yang digelar semalam memberikan penghargaan kepada lebih dari 30 UMKM kuliner dari 50 kota dan 21 provinsi di mana GO-JEK beroperasi. Ada lebih dari 80 UMKM yang masuk dalam nominasi untuk mengikuti penghargaan Malam Juara GO-FOOD 2017. Dimana UMKM dipilih berdasarkan total penjualan mereka melalui GO-FOOD selama satu tahun. Penghargaan yang diberikan termasuk: Juara Partner GO-FOOD yang akan diberikan kepada mitra UMKM dari 21 provinsi, Juara Partner GO-FOOD Kategori Pelepas Dahaga, Kategori Cemilan Sore, Kategori Teman Begadang hingga Kategori Pilihan Pemirsa.

 

“Para UMKM yang akan mendapat penghargaan Juara GO-FOOD tersebut membuktikan bahwa UMKM tidak kalah dengan jaringan-jaringan usaha kuliner termasuk kuliner global. Mereka adalah pahlawan penggerak perekonomian lokal, hal inilah yang menginspirasi kami untuk terus berinovasi demi kemudahan dan kenyamanan merchant partner GO-FOOD dan pelanggan mereka,” ujar Catherine.

 

Inovasi Berdayakan UMKM Kuliner

 

Lebih lanjut, Catherine memaparkan, platform GO-FOOD menawarkan solusi terpadu bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. “Selain dukungan armada untuk pesan-antar, marketing, dan branding, tahun ini, kami memperkenalkan inovasi baru bagi UMKM sebagai solusi yang memudahkan dalam mengatur pesanan dan pencatatan transaksi yang datang dari GO-FOOD. Melalui layanan GO-RESTO bagi mitra merchant GO-FOOD, mereka memilki kebebasan dalam mengelola  jam pelayanan, menu dan juga sistem pencatatan transaksi.”

 

Tak hanya itu, GO-JEK juga menggelar GO-FOOD Festival yang bertujuan untuk membantu UMKM dalam memiliki cabang tanpa harus mengeluarkan modal besar. Saat ini, GO-FOOD Festival sudah diselenggarakan di dua tempat yaitu GO-FOOD Festival Pasaraya Blok M dan GO-FOOD Festival Kota Bogor. “GO-FOOD kedepannya ingin terus hadir membantu UMKM supaya bisa berkembang. Kami akan terus berinovasi mencari solusi dari tantangan yang dihadapi oleh UMKM,” tutupnya.