pulsa-logo

Ini Dia Rencana Huawei Terkait Pengembangan Jaringan 5G


Nariswari

Senin, 26 Februari 2018 • 11:05

5G, Huawei


Sumber: GizChinaSumber: GizChina

Hari Minggu (25/2 2018) kemarin, Huawei mengambil langkah besar dengan mengumumkan chipset 5G komersial pertama di dunia yang diberi nama “Balong 5G01”.

Adapun Balong 5G01 adalah chipset  yang pertama  yang mendukung standar 3GPP baru untuk jaringan 5G. Di dalamnya, terdapat  dua band 5G - Sub6GHz (frekuensi rendah) dan mmWave (frekuensi tinggi). Secara teoritis, chip ini akan menawarkan kecepatan download yang lebih tinggi hingga 2.3Gbps dibandingkan Qualcomm X24 yang mencapai 2Gbps.

Balong 5G01 mendukung dua mode jaringan 5G -NS (Non-Standalone, jaringan non-independen 5G, dan arsitektur jaringan 5G pada LTE) dan SA (Standalone, jaringan independen 5G yang tidak bergantung pada LTE).

Dengan merilis chip ini, Huawei menjadi perusahaan pertama yang menawarkan solusi end-to-end 5G melalui kemampuan jaringan, perangkat dan chipsetnya.

Menurut standar yang ditetapkan oleh ITU (International Telecommunication Union), jaringan 5G memiliki tiga fitur: kecepatan download tinggi hingga 20Gbps, konektivitas yang lebar yang menghubungkan 1 juta perangkat per kilometer persegi serta latency rendah. Dengan demikian, 5G memungkinkan untuk perluasan dan pengembangan koneksi IoT.

Pada tahun 2025 mendatang diperkirakan akan ada 100 miliar koneksi global dengan 90% diantaranya akan memanfaatkan koneksi berbasis objek. Huawei selaku perusahaan teknologi jaringan telekomunikasi bergerak terdepan oleh karenanya tengah bersiap untuk meluncurkan modul industri 5G seperti CPE, mobile WiFi, car-mounted boxes yang dipasang di mobil yang kemungkinan akan digunakan oleh segala hal mulai dari mobil otonom, hingga ke perangkat IoT.

Seperti yang diungkapkan oleh  CEO Huawei, Richard Yu, Huawei  telah menginvestasikan  dana sebesar USD$ 600 juta untuk pengembangan  teknologi jaringan. Huawei juga  telah mendirikan 11 pusat penelitian teknologi  5G di dunia yang masing-masing berlokasi di Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Rusia, Swedia, Chengdu, Shanghai, Beijing, Shenzhen, dan Hangzhou. Tak berhenti di sini, perusahaan Tiongkok tersebut juga telah mengundang ribuan pakar riset 5G dari seluruh penjuru dunia untuk bergabung sebagai bagian dari tim pengembangan.


Tidak usai di sini, lebih dari 30 operator  papan atas dunia telah terlibat kerja sama dengan Huawei yang meliputi China Mobile, China Telecom, China Unicom, Vodafone, Softbank, T-Mobile, BT, dan Telefonica. Kerja sama ini dijalin untuk mempersiapkan peluncuran jaringan pra-komersial 5G pada akhir tahun 2017.

Di tahun 2018 , Huawei  akan mempromosikan  jaringan 5G ke rantai industri serta siap menggelar pengujian interoperabilitas yang lengkap. Jadi bisa diprediksi  bahwa  smartphone pertama Huawei  dengan opsi konektivitas 5G baru akan siap untuk diluncurkan pada kuartal keempat tahun 2019. (Nariswari/Galing)

Sumber: GizChina