pulsa-logo

Kapasitas Produksinya Masih Kecil, Ini yang Dilakukan Evercoss


Fauzi

Rabu, 28 Februari 2018 • 22:02

Evercoss


Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss, Foto: PULSASuryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss, Foto: PULSA

Tidak hanya dari sisi teknologi, harus diakui brand lokal juga masih tertinggal dengan sejumlah brand global dari sisi kapasitas produksi smartphone-nya. Tak ayal, dengan kapasitas produksi yang besar, sejumlah brand global pun dengan leluasa bisa menekan harga smartphone yang dibesutnya.

Menyoal kapasitas produksi, Evercoss selaku brand lokal mengakui bahwa kapasitas produksi dari pabriknya di Semarang masih jauh lebih kecil dibanding brand global. Suryadi Willim, selaku Marcomm Manager Evercoss mengatakan bahwa kapasitas produksi pabriknya di Semarang masih berkisar di angka 100 ribuan unit sebulan.

Angka sebesar itu, dinilai Suryadi masih cukup kecil, bila dibanding dengan brand global yang kapasitas produksinya mencapai 1 jutaan unit per bulan.

“Mereka itu (brand global) membuat produksinya kan ngga semuanya di Indonesia, ada yang kaya di negara tetangga seperti di Vietnam, dan kalau ngomongin capital mereka jauh lebih besar dan ngomongin produksi juga kita harus akui mereka lebih besar. Kita local, kita benar-benar bergantung pada local juga nih,” ucapnya.

Dihadapkan dengan kondisi demikian, Evercoss tentu tidak tinggal diam. Sejak dua tahun lalu, brand yang dahulu dikenal dengan nama Cross ini telah melakukan sebuah program bernama DNA Inisiatif. 

“DNA Inisiatif ini adalah pendidikan yang khusus mempelajari smartphone. Jadi, kita mengharapkan anak-anak SMK kita itu sudah aware dengan teknologi-teknologi smartphone, mereka sudah aware dengan cara memproduksi smartphone,” kata Suryadi.

Meski mendapat pelatihan memproduksi smartphone lewat program DNA Inisiatif, Suryadi menegaskan bahwa ketika mereka lulu, tidak diharuskan untuk bekerja di pabrik Evercoss. Setidaknya, lanjut Suryadi, orang Indonesia sudah tahu cara memproduksi smartphone.


“Kita ngambil SDM-nya pun sudah siap melalui teman-teman kita di SMK, dan kita mengharapkan teman-teman kita di SMK juga bisa di brand global. Kita juga pasti senang karena apa yang diajarkan ke mereka, mereka terapkan di brand global. Kita berharap pun apa yang mereka pelajari dari brand global dibawa lagi ke kita,” tandasnya.