pulsa-logo

Wuih! Evercoss Ungkap Kelemahan 'Si Orange' dari Tiongkok


Fauzi

Kamis, 01 Maret 2018 • 21:44

Evercoss


Ilustrasi, Image: PULSAIlustrasi, Image: PULSA

Pasar smartphone Indonesia dinilai telah mengalami pergeseran tren. Bila dulu pangsa pasar yang besar ada di segmen harga Rp1,5 juta ke bawah, namun sekarang sudah tidak demikian. Hal ini setidaknya diungkap oleh salah satu pemain lokal Tanah Air, Evercoss.

Dikatakan Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss, ponsel (berbanderol) Rp1,5 juta sampai 2 juta-an kini mulai besar pasarnya. Sayangnya, berdasarkan penuturan Suryadi, pasar smartphone berbanderol Rp1,5 juta ke bawah ternyata masih dikuasai oleh brand global, si biru dari Korea.

Sejatinya selain dihadapkan oleh pesaing yang disebut ‘Si Biru’ dari Korea, di segmen low-end Evercoss juga dihadapkan dengan sejumlah rival lain yang saat ini terbilang cukup moncer merangsek pasar Tanah Air. 

Adalah vendor orange asal Tiongkok, yang disebut Suryadi berkemungkinan akan mengambil pangsa pasar smartphone low-end, di mana Evercoss berharap bisa berbuat banyak di segmen ini.   

“Kalau ngomong handphone Rp1,5 juta ke bawah, untungnya sih vendor warna hijau dan biru dari Tiongkok belum terlalu fokus. Kayanya mereka sedang fokus ancang-ancang takut pasarnya kehantam oleh orange Tiongkok,” kata Suryadi.

Namun, bicara soal smartphone Rp1,5 juta ke bawah mungkin sebenarnya (pangsa pasarnya) bisa keambil juga oleh orange asal Tiongkok. Pun begitu, Evercoss nampaknya tidak terlalu khawatir meski dikepung banyak pesaing termasuk si Orange dari Tiongkok yang disebut masih memiliki kelemahan.

“Kelemahan mereka (si Orange dari Tiongkok) yang saya lihat dari segi relasinya dengan pemerintah itu kurang sedap. Walau mereka ngomong sudah dari Indonesia, tapi kita ngga tahu sebenarnya seberapa Indonesia mereka,” beber Suryadi.


Mengutip pernyataan Suryadi pada kabar sebelumnya, disebutkan bahwa di tahun 2018 ini Evecoss akan benar-benar fokus di pasar smartphone low-end. Bahkan, Evercoss bertekad untuk bisa merebut segmen pasar ini dari pemain global yang saat ini tergolong masih mendominasi. (Ozi)