pulsa-logo

Siri Kalah dari Alexa dan Google Assistant?


Nariswari

Senin, 12 Maret 2018 • 10:59

Apple, Siri, Google Assistant, Alexa, Amazon


Sumber: PhoneArenaSumber: PhoneArena

Saat Siri memulai debutnya di iPhone 4s di tanggal 14 Oktober 2011 silam, Apple mulai menanamkan harapan besar ke asisten virtual andalannya tersebut. Apple secara berkala juga terus memperbaiki dan meningkatkan Siri dalam tujuh tahun perjalanannya. Hal tersebut dianggap sebuah keharusan bagi  Apple agar Siri dapat bersaing di bisnis asisten virtual melawan  Alexa dan Google Assistant yang selama ini  dianggap sebagai dua asisten virtual teratas yang ada saat ini.

Namun sebuah pernyataan yang disampaikan oleh pendiri (CO Founder) Siri yang bernama Norman Winarsky mengatakan bahwa masalah paling  ironis  adalah Apple terlalu “rewel” dan  meminta Siri terlalu banyak hal. Padahal Siri belum terlalu siap untuk kompleksitas layanan seperti itu.

Menurut Winarsky, sebelum Apple membeli Siri pada tanggal 8 April 2010, rencana Apple adalah menggunakan asisten virtual tersebut sebagai teman perjalanan dan hiburan. Misalnya, Siri akan membantu pengguna perangkat Apple untuk mengetahui berbagai informasi tentang penerbangan yang dibatalkan saat Anda tiba di bandara, berbagai informasi akomodasi, hotel, dan  menemukan cara termudah untuk membawa Anda ke destinasi Anda.

Siri saat itu memang cukup handal dan pintar dalam menjalankan tugasnya, namun Apple terus berupaya memperluas kemampuan Siri sejak saat itu.

Apple memiliki pemikiran berbeda tentang Siri. Siri saat ini dirancang untuk membantu pengguna iOS untuk dapat bisa menangani dalam semua aspek “kehidupan” pengguna.  Baik membantu pengguna mengatur alarm dan timer, mengumpulkan laporan cuaca terbaru atau menjawab pertanyaan yang remeh  yang Anda  ajukan  terkait tentang sebuah lokasi. Norman Winarsky menilai ini terlalu berlebihan.

"Ini adalah masalah berat dan ketika Anda adalah perusahaan yang berurusan dengan satu miliar orang, yang di mana masalah yang dihadapi akan semakin kompleks dan sulit. Apple mungkin berusaha keras  mencari tingkat kesempurnaan yang belum bisa mereka dapatkan." Ujar  Norman Winarsky.

Ketika Siri hingga saat ini masih harus terus berjuang menyempurnakan diri, Google Assistant dan Alexa justru terlihat tidak memiliki kendala berarti dalam menangani tugas-tugas yang kompleks dan lebih luas daripada yang bisa dilakukan oleh Siri. (Nariswari/Galing)


Sumber: Quartz via BGR via PhoneArena