pulsa-logo

Ogah Contek iPhone X, Samsung Pede dengan Edge Screen?


Nariswari

Senin, 12 Maret 2018 • 15:14

Samsung, Samsung Edge, Galaxy Note Edge, Edge Screen


Samsung Galaxy S8 (Sumber: PULSA)Samsung Galaxy S8 (Sumber: PULSA)

Samsung selama ini dianggap sebagai salah satu vendor smartphone global yang secara gigih berkompetisi ketat melawan Apple dalam memasarkan produknya. Meski memiliki karakteristik yang berbeda, sistem operasi yang berbeda dan spesifikasi yang berbeda, namun Samsung dan Apple memiliki kesamaan untuk berebut pangsa pasar yang sama yakni segmen premium. Namun persaingan ini bukan berarti “membutakan mata” Samsung untuk menduplikasi dan mencontek fitur yang dimiliki oleh Apple. Salah satunya yang saat ini sedang trend adalah desain poni (notch) yang jadi tempat Apple menyematkan sensor kamera TrueDepth.

Alih-alih mencontek desain yang dipopulerkan Apple lewat iPhone X, Samsung lebih memilih untuk memakai desain karyanya sendiri untuk ditawarkan kepada calon konsumen. Desain andalan dari sang vendor tersebut tidak lain ialah edge-to-edge yang memulai debutnya pada tahun 2014 lalu lewat seri Galaxy Note Edge.

Samsung memulai tren smartphone dengan display yang cukup besar dan trend edge-to-edge dengan tujuan utama meningkatkan pengalaman pengguna saat melihat konten visual di perangkat.  Beberapa  model awal Samsung Galaxy memang masih sulit digunakan dengan satu tangan, namun perusahaan Korea Selatan tersebut diketahui terus mengupayakan penyempurnaan dari segi ukuran dan kesan genggam.

Salah satunya adalah dengan mendesain bezel yang sangat tipis dan mengadopsi bodi smartphone jadi "lebih tinggi", bukan melebar ke samping. Sementara bezel di sekitar display adalah titik fokus yang pertama, bezel simetris di bagian atas dan bawah  dirancang untuk menampung kamera, sensor, dan pembaca sidik jari. Sedangkan pada iterasi Samsung Galaxy  generasi kekinian telah merelokasi pemindai sidik jari ke bagian belakang dan melangsingkan desain bezel sedemikian rupa.

Pada titik inilah perancang smartphone Android sampai pada dilema. Bagaimana mereka bisa memaksimalkan rasio layar-ke-bodi tanpa harus membuat perangkat jadi terlihat lebih besar? Mereka harus menemukan cara untuk membuat kamera depan dan sensor tetap berada di bagian depan tanpa harus mengganggu estetika desain yang diusung.

Pendiri ekosistem Android, Andy Rubin rupanya punya solusi dengan mencoba menawarkan Essential Phone yang hadir dengan desain poni yang terletak di bagian atas layar. Poni inilah yang kemudian jadi tempat bercokolnya kamera depan, microphone dan sejumlah sensor penting lainnya.

Lalu datanglah iPhone X buatan Apple yang berhasil membuatnya jadi sebuah tren baru di industri smartphone masa kini. Hal inilah yang kemudian dicontek secara berama-ramai oleh pabrikan ponsel pintar global terutama yang berbasis di Tiongkok.


Melalui ajang Mobile World Congress 2018 bulan lalu, desain layar poni mulai banyak dipamerkan. Tidak hanya vendor ponsel Tiongkok yang belum merambah pasar global, Asus yang merupakan vendor smartphone kenamaan dengan wilayah pemasaran global bahkan telah  mengemas seri Asus Zenfone 5 miliknya begitu mirip dengan iPhone X.

Asus Zenfone 5z hadir dengan ukuran bodi yang 26 persen lebih kecil dari iPhone X. Tak selesai di sini, Huawei pun juga tak mau ketinggalan ikut latah dengan menggarapa P20 yang kabarnya akan segera hadir pada tanggal 27 Maret nanti. Pabrikan lain yang juga tidak mau kalah termasuk pula OnePlus, Oppo, Vivo dan LG Mobile.

Menyadari tren seperti ini, Google pun telah coba siapkan “dukungan” dari sisi perangkat lunaknya. Raksasa mesin pencarian dunia tersebut pada beberapa waktu lalu diketahui telah membuka pintu yang memungkinkan adanya dukungan layar poni ini untuk Android P yang akan segera siap dalam waktu dekat.

Kernel OS Android yang selama ini belum dirancang untuk layar poni pun segera mendapatkan pembenahan lewat hadirnya pembaruan Android P yang saat ini tengah memasuki tahap developer preview. Dari versi developer preview yang sudah digulirkan baru-baru ini, Google memastikan bahwa  update OS Android P akan memiliki dukungan untuk layar poni. 

Desain smartphone Samsung telah memiliki ke-khasan sendiri dan tidak dapat disangkal bahwa Samsung memiliki ciri khas yang hingga kini tidak ada yang sanggup menconteknya. Galaxy S8 secara luas dianggap memiliki salah satu desain smartphone terbaik tahun lalu berkat desainnya yang dianggap otentik.

Samsung telah berkembang menjadi trendsetter untuk keseluruhan industri dan tentu Samsung tidak ingin mempertaruhkan reputasinya yang sangat bagus tersebut hanya demi mengekor Apple yang selama ini jadi rival terberatnya. 

Seperti diungkapkan oleh Petinggi Samsung Mobile, DJ Koh, Samsung pada masa sekarang ini memang tidak lagi terobsesi untuk menjadi pabrikan dengan teknologi smartphone yang terbaru serta paling pertama di pasaran. Fokus mereka saat ini adalah meluangkan waktu untuk menyempurnakan sensor sidik jari dan mengembangkan teknologi smartphone lipat sebelum meluncurkannya.  (Nariswari/Galing)

Sumber: Sammobile

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42