pulsa-logo

Ganti Nama jadi Indodax, Ini Alasan Bitcoin Indonesia


Galing

Rabu, 14 Maret 2018 • 17:27

Bitcoin, Indodax


Sumber: PULSASumber: PULSA

Platform bursa mata uang virtual dan aset digital, Bitcoin.co.id pada hari Rabu (14/03) secara resmi telah mengumumkan pergantian nama mereknya menjadi Indodax (Indodax.com). Melalui sebuah acara yang digelar di kawasan Hotel Indonesia Kempinski, CEO Bitcoin.co.id, Oscar Darmawan menegaskan di hadapan media bahwa pemilihan nama Indodax yang merupakan kepanjangan dari Indonesia Digital Asset Exchange ini perlu dilakukan agar perusahaan dapat lebih fokus dalam usahanya membangun tempat perdagangan aset digital yang mencakup berbagai macam mata uang digital yang saat ini ada, tidak terbatas hanya kepada bitcoin semata.

“Kita melihat, Indonesia ini sebagai market yang sangat besar. Kita melihat adanya pertumbuhan yang signifikan. Setiap harinya ada kurang lebih 3.000 warga Indonesia yang bergabung dengan sistem kami sebagai member dari bitcoin.co.id, “ Tambah Oscar Darmawan

Sebagai platform pertukaran digital asset terbesar di Asia Tenggara, Indodax telah menjadi tempat untuk memperjualbelikan aset digital bagi lebih dari 1,1 juta anggota terdaftar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan yang berdiri pada tahun 2014 di Bali ini hingga sekarang telah mencatatkan rata-rata volume transaksi harian hingga 100 miliar rupiah.

Indodax saat ini telah jadi tempat untuk memperdagangkan hingga 18 mata uang virtual yang terdiri dari Bitcoin, Bitcoin Cash, Bitcoin Gold, Ethereum, Ripple, Dogecoin, Litecoin, Bitshares, NXT, XEM serta DASH. Dalam kesempatan yang sama, Oscar juga menambahkan bahwa perusahaannya menargetkan untuk menambah satu digital asset setiap bulannya.

Keamanan dan transparansi dalam bertransaksi digital asset yang jadi fokus utama tercermin dari persyaratan ketat yang diterapkan oleh Indodax dalam melakukan verifikasi identitas dari calon anggotanya. Tidak cuma dari sisi anggota, reputasi perusahaan juga terus diupayakan untuk dijaga dengan memberlakukan ketentuan yang ketat atas digital asset mana saja yang boleh diperdagangkan. Adapun digital asset yang beririsan dengan usaha MLM, Indodax menyatakan tidak akan mengakomodasinya demi menghindari adanya risiko investasi bodong.

Sementara dari sisi keamanan transaksi perdagangan yang berlaku dalam platform juga tercatat secara elektronik. Selama kurang lebih empat tahun, Bitcoin bahkan mengklaim tidak pernah mengalami insiden peretasan yang berdampak pada kerugian finansial dari para pengguna layanan yang disediakannya. (Galing)