pulsa-logo

Stephen Hawking Tutup Usia, Sempat Bikin Aplikasi Buat Mencari Alien


Nariswari

Kamis, 15 Maret 2018 • 04:07


Sumber: CNNSumber: CNN

Berita duka datang dari dunia ilmu pengetahuan dan sains. Pasalnya, ahli fisika Stephen Hawking tutup usia pada hari Rabu (14/3 2018) dini hari dalam usia 76 tahun. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh Lucy Robert, dan Tim yang merupakan anak dari Hawking.

Selama ini beliau dikenal sebagai ilmuwan hebat dan tokoh besar  yang mencetuskan berbagai  ide dan warisannya diteruskan selama bertahun-tahun di dunia ilmu pengetahuian. Dari sekian banyak proyek ilmiah yang telah ditelurkan oleh Hawking, pernah Anda mengetahui bahwa beliau ternyata pernah menggarap proyek yang sangat luar biasa yang menyangkut penggunaan smartphone berbasis OS Android?

Stephen Hawking dan pengusaha sekaligus ilmuwan teknologi kosmitologi yang berdomisili di Rusia bernama Yuri Milner di tahun 2015 pernah meluncurkan sebuah proyek ilmiah terbesar dalam pencarian kehidupan alien yang hidup di antariksa hanya menggunakan perangkat smartphone berbasis OS Android.

Meski terdengar agak “gila” dan tidak masuk akal, namun nyatanya  inisiatif ini  adalah proyek yang sangat besar yang bernilai hingga USD 100 miliar!

Proyek Hawking dan Milner ini menggunakan dua teleskop paling kuat di dunia untuk memindai kehidupan di seluruh alam semesta yakni Teleskop Parkes di New South Wales dan Robert C. Byrd Green Bank Telescope di West Virginia.

Teleskop tersebut begitu kuat sehingga bisa mengamati sepuluh kali lebih banyak galaksi dengan lebih akurat. Teleskop ini sangat sensitif sehingga bisa mendeteksi emisi laser 100 watt, atau bola lampu rumah tangga biasa dari jarak 25 mil.

Tapi apa yang membuat proyek ini begitu keren adalah Hawking dan Milner yang akan membantu Anda untuk  menemukan kehidupan lain di planet bumi. Melalui aplikasi BOINC, bukan tidak mungkin bisa membantu  “pemburu- pemburu” Alien memberdayakan smartphone Android mereka untuk memproses data yang dikumpulkan oleh teleskop.


Aplikasi yang terinstal di smartphone Android hanya berfungsi saat  smartphone tersambung dengan koneksi internet melalui  WiFi, sehingga tidak menghabiskan masa pakai baterai dan juga akan menghemat data seluler.

Kelemahannya adalah aplikasi ini hanya tersedia untuk pengguna smartphone berbasis OS  Android. BOINC juga bisa dijalankan di sistem PC, Mac, atau perangkat berbasis  Linux. Seperti dengan aplikasi yang dijalankan di smartphone Android, BOINC hanya berjalan menggunakan downtime komputer Anda untuk memproses data.

Sedangkan aplikasi yang digunakan  oleh BOINC  ( Berkeley Open Infrastructure for Computer Networking) yang sudah digunakan di seluruh dunia ilmiah untuk mengurutkan dan memproses informasi. Aplikasi ini juga bersanding dengan SETI@home yang diciptakan sebagai perangkat satelit untuk pencarian kehidupan di luar bumi.

Sayangnya, Hawking keburu menghembuskan napasnya sebelum proyek yang digagasnya tersebut membuahkan hasil. Selamat jalan, Stephen Hawking….(Nariswari/Galing)

Sumber: 12, 3