pulsa-logo

Indosat Ooredoo Bangun 119 BTS USO di Daerah Terpencil


Hairuddin

Selasa, 27 Maret 2018 • 18:30

Indosat, BTS Indosat, Desa Terpencil Indosaat, Jaringan Indosat di Pelosok,


(Foto: Indosat Ooredoo)(Foto: Indosat Ooredoo)

 

Indosat Ooredoo memperluas jaringannya di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T) yang tersebar di 7 Provinsi di Indonesia. Untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi nasional di wilayah 3T, sebanyak 119 Base Transceiver Station (BTS) USO dibangun bersama dengan BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika).  

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada Indosat Ooredoo untuk menjadi bagian dari pelaksana program USO. Hal ini sejalan dengan misi dan komitmen kami untuk terus membangun infrastruktur telekomunikasi termasuk di daerah terpencil guna memberikan hak yang sama bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi, membangun kehidupan sosial dan ekonomi sekaligus mengejar ketertinggalan dari wilayah lain,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi.

 

Indosat Ooredoo memberikan kontribusi USO sebesar Rp 1,8 trilun dalam 6 tahun terakhir. Kontribusi tersebut merupakan 1,25% dari pendapatan kotor perusahaan. Indosat Ooredoo selama ini senantiasa berusaha untuk berperan aktif dalam pelaksanaan program USO bersama dengan BP3TI.  Pada tahun 2017 BP3TI memberikan kepercayaan kepada Indosat Ooredoo untuk membangun BTS USO sebanyak 119 sites di 7 provinsi di Indonesia.  

“Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang dilakukan juga bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan wilayah Republik Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah terdepan dan terluar yang berbatasan dengan negara tetangga”, lanjut dia.  

 


7 provinsi yang bakal terjangkau jaringan Indosat Ooredoo diantaranya Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Anambas dan Natuna), Provinsi Kalimantara Utara (Nunukan, Malinau), Provinsi Kalimantan Tengah (Kapuas), Provinsi Kalimantan Barat (Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu), Provinsi Nusa Tenggara Timur (Alor, Belu, Manggarai Timur, Mataru), Provinsi Maluku (Maluku Tenggara Barat), dan Provinsi Maluku Utara (Halmahera Barat, Halmahera Utara).