pulsa-logo

Biznet Ungkap Apa di Balik Kampanye #PakeBiznet?


Fauzi

Sabtu, 31 Maret 2018 • 21:46

#PakeBiznet


Yudie Haryanto, Vice President Biznet Networks, Foto: PULSAYudie Haryanto, Vice President Biznet Networks, Foto: PULSA

Penyedia layanan internet broadband, Biznet Networks, belakangan ini diketahui tengah menggelorakan sebuah kampanye bertajuk #pakebiznet. Sejatinya, kampanye ini telah dimulai sejak Desember 2017 lalu, dan yang menarik dari kampanye ini tak lain adalah latar belakang penggunaan istilah #pakebiznet itu sendiri.

Menggunakan hastag #pakebiznet sebagai kampanye merupakan langkah Biznet yang nampaknya ingin keluar dari kebiasaan. Pasalnya, sudah menjadi hal yang lumrah bila penyedia internet kerap berlomba-lomba menjual kecepatan sebagai jargon utamanya.

Adapun Biznet nampaknya siap meninggalkan hal tersebut. Karena sejatinya apa yang diinginkan masyarakat ketika menikmati layanan internet itu cukup simpel. Demikian seperti dikatakan Yudie Harianto, selaku VP Marketing Biznet Networks ketika ditemui redaksi PULSA beberapa waktu lalu. 

“Biasanya cara komunikasi (penyedia layanan) internet ‘kan berlomba-lomba menjual kecepatan, tapi riset yang kita lihat di market sebenarnya ekspektasi pengguna rumahan, khususnya, di mana kita dalam satu tahun dua tahun belakangan kita sangat fokus di situ, mereka itu tidak terlalu aware (terhadap) speed yang jumlahnya besar dan sebagainya,” kata Yudie.

Berangkat dari situ, Yudie menyatakan bahwa pihaknya melakukan analisis, sebenarnya apa yang menjadi ekspektasi pengguna itu sangat simpel yang intinya bisa memenuhi harapan mereka.

”Yang mereka harapkan adalah satu harganya terjangkau, kedua internet itu memang benar-benar bisa memenuhi ekspektasi mereka, misalnya tidak putus (ketika) mereka mengakses ke salah satu situs dan mudah (aksesnya), tapi (di sisi lain) mereka tidak tahu sebenarnya kebutuhan mereka berapa mega (Mbps) sih. Jadi, kita ada sedikit perubahan cara komunikasi untuk memperkenalkan produk-produk kita ke end user yakni dengan campaign #pakebiznet,” tandas Yudie.

Sebagai hastag komunikasi #pakebiznet yang diusung Biznet ternyata bukan hasil kreasi perusahaan, hastag ini ternyata diambil dari ujaran para penggunanya yang sering menyebut kata tersebut ketika ingin berlangganan layanan internet Biznet.


Alih-alih menggunakan tata bahasa Indonesia yang benar, seperti ‘berlanggganan internet’ umpamanya, Biznet ternyata justrtu menggunakan #pakebiznet. Kembali lagi, hal ini lebih didasarkan bahwa kata tersebut merupakan bahasa yang kerap digunakan oleh para pelanggannya sehari-hari.

”Nah, kita tarik nih sebenarnya kalau kita menggunakan tata bahasa Indonesia yang benar, kita melihat seharusnya ‘kan istilah yang digunakan berlangganan layanan internet, tapi ngga tahu (ternyata) yang dipakai di publik itu (kata) pake. Idenya muncul jadi kita gunakan bahasa yang sehari-hari selalu mereka gunakan, jadi (muncullah campaign) #pakebiznet,” tutup Yudie. (Ozi)

 

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42