pulsa-logo

Penjualan iPhone X Lesu, Samsung Ikut Kena Imbasnya


Nariswari

Rabu, 04 April 2018 • 11:53

Apple, Samsung, iPhone X, OLED, AMOLED, Super AMOLED


Sumber: The InvestorSumber: The Investor

Tidak dipungkiri, saat ini Samsung adalah pemasok terbesar panel OLED untuk perangkat seluler di seluruh  dunia. Dominasi dan peran Samsung sangat jauh di depan, dibandingkan para pesaingnya dalam kapasitas produksi dan kualitas yang dikembangkannya di layar OLED. Tidak heran, jika  Apple memilih mereka sebagai pemasok tunggal panel OLED untuk iPhone X. Perlu Anda ketahui, Samsung Display diperkirakan bakal meraup penghasilan hingga 22 miliar USD sebagai pemasok panel OLED bagi Apple pada tahun 2018.

Sayangnya prediksi dari Apple dan Samsung ini harus meleset. iPhone X yang beredar sejak akhir tahun lalu rupanya mendapatkan sambutan yang dingin dari pasar setelah euphoria kemunculannya sempat membuat heboh dengan deretan antrean mengular para penggemarnya saat hari peluncurannya. Begitu euphoria tersebut mereda, permintaan iPhone X nyatanya justru mengalami kemerosotan. Hal ini  kemudian “memaksa”  Apple untuk mengurangi target penjualannya dari 100 juta unit menjadi sekitar 55 juta unit sepanjang tahun ini.

Turunnya order pasokan komponen layar OLED ke Samsung untuk iPhone X tentu jadi konsekuensi dari lesunya penjualan tersebut. Bagi Apple sendiri, sambutan hangat dari para konsumen tentu jadi modal utama bagi sang vendor dalam menentukan berbagai parameter saat akan menggarap smartphone masa depan mereka. Mulai dari desain smartphone, hingga pemilihan bahan dan  harga jual perangkat. Penjualan iPhone X  yang begitu lesu di pasaran internasional tentunya mengancam nilai investasi yang bakal digelontorkan oleh Apple kepada Samsung guna menggenjot produksi panel OLED yang merupakan salah satu komponen utama pada perangkat buatan sang vendor Amerika tersebut.

Laporan terbaru yang berasal dari The Investor, Samsung dilaporkan gagal menyelesaikan pabrik pembuatan untuk layar fleksibel OLED generasi ke-6 miliknya. Jalur produksi sekarang sanggup memproduksi hingga 60.000 unit panel OLED tambahan Gen ke-6 setiap bulannya. Namun akibat pengurangan jumlah pesanan dari Apple dan OEM smartphone China, Samsung akhirnya terpaksa harus menunda produksi layar OLED pada jalur produksi ini hingga 6 bulan ke depan.

Samsung terpaksa mengevaluasi kembali investasinya yang berkaitan dengan produksi OLED. Sejauh ini raksasa teknologi Korea Selatan tersebut telah menghabiskan dana investasi hingga sekitar 3,7 miliar USD pada tahun 2017 untuk meningkatkan kapasitas produksi OLED. Samsung bahkan telah mengubah jalur produksi LCD menjadi sebuah pabrik untuk membuat layar OLED  bernama A4.

Berkurangnya jumlah pesanan layar OLED untuk iPhone X tentu bukan satu-satunya faktor pemicu yang mendorong Samsung untuk mengambil keputusan penundaan mengaktifkan jalur produksi layar OLED miliknya hingga 6 bulan ke depan. Keputusan perusahaan ini tampaknya juga dipengaruhi oleh rendahnya  permintaan untuk panel OLED dari produsen handset dari Tiongkok. Kebanyakan OEM asal negeri tirai bambu tersebut memang masih menggunakan panel LCD dengan alasan untuk  menekan biaya produksi . (Nariswari/Galing)

Sumber: TheInvestor via Sammobile