pulsa-logo

BigJava Tawarkan Platform Big Data Analytics Paling Lengkap


Hairuddin

Kamis, 03 Mei 2018 • 07:13

BigJava, Big Data Analytic, Media Monitoring, Platform Big Data Analytic,


(Foto: PULSA/Hairuddin)(Foto: PULSA/Hairuddin)

Makin berkembangnya ekosistem digital yang ditandai oleh kian tingginya akses media sosial via perangkat mobile, serta mulai diterapkannya Artificial Intelligence yang mengarah ke Internet of Things (IoT) mendorong makin kompleksnya sumber dan bentuk-bentuk data.

Sayangnya, di Indonesia sendiri tercatat masih sedikit perusahaan yang mampu mengelola sumber data tersebut untuk dianalisa dengan cepat dan tepat. Padahal, output dari pengolahan data yang tepat guna tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis perusahaan itu sendiri.

Inilah salah satu konsentrasi BigJava sebagai perusahaan teknologi asli Indonesia, menawarkan pengalamannya dalam mengolah data. Saat ini, dikatakan Winda, perusahaan yang mempekerjakannya itu telah memiliki pengalaman membantu pemerintah dan perusahaan BUMN untuk mengolah data.

“Kita perusahaan IT asli Indonesia yang fokus ke big data analytic technology. Kita menyediakan platform. Klien kita saat ini yaitu government, BUMN, dan telekomunikasi”, terang Leader Data Analyst BigJava, Winda Miranti saat ditemui awak media di di even The 42th IPA Convention & Exhibition 2018 Jakarta, Rabu (2/5).

(Foto: PULSA/Hairuddin)(Foto: PULSA/Hairuddin)

Winda juga menambahkan, tidak seperti perusahaan sejenis, BigJava memiliki platform big data analytic paling lengkap dan teknologi terbaru.

“Kita tidak hanya menawarkan layanan monitoring yang biasa, tapi juga menghadirkan solusi melalui teknologi big data analytic yang kita punya. Diantaranya adalah teknologi Geospatial, Geolocation dan masih banyak lagi”, tambah Winda.


Untuk teknologinya sendiri, Winda menyebutkan BigJava mengkustomisasi serta men-develop sendiri. “Kita membuat sendiri, men-develop sendiri mulai dari hardware sampai software”, ungkapnya.

Menurutnya, patut dimaklumi bila masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum sepenuhnya bisa mengelola data. Hal itu disebabkan karena teknologi ini terbilang masih baru. Apalagi banyak perusahaan di negeri ini yang baru mulai bertransformasi ke era digital. Memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak bisnisnya.

“Kalau di luar negeri udah happening banget untuk teknologi ini, sementara di Indonesia baru mulai 2 tahun belakangan ini, dan BigJava sendiri sudah ada di Singapura, Hongkong dan USA” tutup Winda.