pulsa-logo

BigJava Lirik Potensi Big Data di Indonesia


Hairuddin

Sabtu, 12 Mei 2018 • 00:15

BigJava, Big Data, Data Analisis, IoT,


Ruli Harjowidianto, CEO BigJava (foto: PULSA/Hairuddin)Ruli Harjowidianto, CEO BigJava (foto: PULSA/Hairuddin)

Di Indonesia, gaung Internet of Things (IoT) tercatat memang masih kalah nyaring dibanding industri teknologi lain semisal e-commerce dan finansial (Fintech). Padahal, salah satu bagian dari IoT yakni big data bisa dimanfaatkan untuk monitoring dan analisis.

Out Put-nya sendiri dapat digunakaan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan bisnis yang jitu. Apalagi jika dikaitkan dengan transformasi digital yang saat ini tengah ngetren di semua sektor industri.  

Sayangnya, ekosistem big data yang ada di Indonesia masih belum dikelola dengan baik. Perusahaan lokal yang fokus untuk menggarap sumber-sumber data baru yang sangat besar ini pun masih terbilang minim. Wajar jika saat ini, banyak perusahaan-perusahaan di tanah air masih mempercayakan pengelolaan sumber datanya ke perusahaan analytic luar, bukan perusahaan lokal.

Perusahaan big data analytic asli Indonesia, BigJava, blak-blakan mengungkap ketertarikannya untuk mengelola big data di tanah air. Perusahaan yang didirikan oleh Ruli Harjowidianto ini mulai gencar mensosialisasikan pentingnya menganalisa dan mengolah sumber data. Tidak hanya di sektor kesehataan dan telekomunikasi, big data juga cukup penting bagi pelaku bisnis di sektor migas.

Ruli mencontohkan untuk sektor migas, hasil analisa big data bisa dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat kandungan minyak beserta data lokasinya.

“Kami memiliki teknologi Geospatial, Geolocation dimana big data yang terkumpul akan kami analisa dulu selanjutnya dibuatkan algoritmanya. Lalu nantinya bisa keluar informasi kandungan migas, masih seberapa banyak dan di mana saja titik-titik lokasinya”, ujar Ruli Harjowidianto, CEO BigJava.

Tidak hanya di sektor migas, di industri telekomunikasi pun, pria yang tengah mengambil studi di Harvard University jurusan Cyber Security ini menyebut big data cukup penting, salah satunya bisa dipakai untuk mengetahui behavior pelanggan.


“Analisa big data di sektor telekomunikasi bisa dimanfaatkan oleh operator untuk mengetahui kebiasaan pelanggan. Siapa saja yang suka menggunakan WhatsApp, siapa yang hobinya nonton YouTube. Output-nya, bisa dipakai untuk menentukan paket promo apa yang cocok untuk pelanggan”, terang Ruli.