pulsa-logo

Kelola Big Data, Perusahaan Lokal Ini Punya Teknologi Canggih


Hairuddin

Senin, 14 Mei 2018 • 16:40

BigJava, Big Data, Pengolahan Big Data,


Ruli Harjowidianto, CEO BigJava (Foto: PULSA/Hairuddin)Ruli Harjowidianto, CEO BigJava (Foto: PULSA/Hairuddin)

Transformasi digital mulai masuk dihampir di semua aspek kehidupan, dan di Indonesia sendiri tren digital mulai berkembang pesat. Meski masih belum banyak yang memperhatikan, nyatanya teknologi digital mulai memunculkan momentum baru yakni big data.

Jika beberapa waktu lalu analisa data dan sebagainya dilakukan secara manual yang membutuhkan waktu tahunan, bahkan hingga puluhan tahun, dengan adanya analisa dan pengolahan big data, prosesnya bisa dipangkas menjadi lebih singkat.

BigJava, perusahaan asli Indonesia yang mulai fokus menggarap big data, percaya bahwa tren big data ini akan memberikan banyak manfaat di berbagai industri.

“Di kesehatan misalnya, untuk mencari obat kangker dibutuhkan R&D (Research & Development) hingga dua puluh tahun secara manual. Dicari obat-obatnya, kemudian dipilah-pilah dan dicocokan dengan gen dari inpidu, misalnya gen Asia keturunan Padang, obat apa yang cocok karena golongan darahnya apa. Dengan adanya analisa big data ini, kita kumpulkan semua data kemudian dipilah-pilah, dibuatkan algoritmanya dan akan keluar analisa prediktifnya obat mana yang cocok hanya dalam waktu singkat”, ungkap Ruli Harjowidianto, CEO BigJava di Jakarta.

Ruli menambahkan, untuk melalukan analisa big data tersebut, BigJava sudah memiliki alat dan teknologi sendiri. “Kami punya server dan enjin sendiri, teknologi terbaru, serta sumber daya yang kompeten untuk mengelola big data”, tambahnya.

Selain itu, BigJava juga diklaim memiliki keunggulan khusus yang tidak ada oleh perusahaan sejenis yakni bahasa natural (Natural Language Programming/NLP). “Kami pernah melakukan uji coba dengan perusahaan besar, punya mereka tidak jalan tapi punya kami keluar. Saat dicek, kita unggul karena bahasa yang digunakan bahasa Indonesia dan data yang diolah hampir sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia”, ujar Ruli.

Untuk investasi teknologinya sendiri, BigJava mengklaim cukup besar. Namun lebih dominan investasi di SDM. “Kami lebih banyak investasi di SDM termasuk skill dan training. Karena tidak semua orang mau fokus ke data”, tambah Ruli.


Bigjava sendiri bisa dibilang tidak kaku dalam memberikan layanan big data, karena dapat menyesuaikan kebutuhan klien mereka.Untuk perusahaan yang ingin mulai mengoptimalkan sumber data tapi tidak ingin berbagi data dengan perusahaan luar negeri, BigJava menawarkan solusi yang tepat guna untuk membantu pihak manajemen perusahaan dapat mengambil strategi yang lebih akurat untuk mencapai hasil optimal.