pulsa-logo

Ternyata Ini Penyebab Anjloknya Penjualan Smartphone Sony!


Nariswari

Kamis, 24 Mei 2018 • 16:55

Sony,xperia,xperia XZ,sony


Beberapa hari yang lalu beredar kabar bahwa Sony akan “putar haluan” dari bisnis smartphone, dan beralih untuk fokus pada layanan dan area inti lainnya yang lebih menguntungkan. Sony bahkan dikabarkan akan menutup bisnis smartphone-nya karena merasa gagal untuk mencapai profitabilitas. Tidak sedikit yang menyayangkan hal ini. Terlebih, Sony memiliki portfolio smartphone yang sangat berkualitas di pasar global. Lalu apa penyebab anjloknya penjualan smartphone Sony, yang mengakibatkan Sony harus memutar haluan untuk menggarap sayap bisnis lain?

Seperti dikabarkan dari AndroidAuthority, salah satu penyebab anjloknya penjualan smartphone Sony adalah dikarenakan Sony terlambat dalam berinovasi. Sony mengakui bahwa adanya kesalahan pada desain produk, perencanaan, dan proses pengembangannya. Keterlambatan dalam berinovasi, memiliki efek domino yang berujung pada enggannya konsumen untuk memilih smartphone Sony.

Sony mengatakan bahwa  selain tindakan perbaikan, perusahaan berencana untuk memfokuskan berbagai upaya untuk memulihkan profitabilitas perusahaan di kawasan Eropa.

Dalam pertemuannya dengan para investor, Sony  secara gamblang menguraikan berbagai hambatan terbesarnya. Sony mengatakan bahwa mereka terlambat dalam meningkatkan line-up smartphone terbarunya. Ini secara khusus mengutip perencanaan dan pengembangan produk jangka menengah, dan jangka panjang sebagai salah satu penyebab utama anjloknya penjualan smartphone Sony.

Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compact  yang diluncurkan di event MWC 2018 menandai titik balik bagi Sony di departemen desain. Kedua perangkat, dibekali dengan layar 18: 9, setahun setelah desain  layar semacam ini sudah menjadi trend.

Sementara itu Sony Xperia XZ2 Premium masih mempertahankan aspek rasio layar 16: 9 untuk layar HDR 4K-nya. Namun, ini juga ponsel pertama yang dibekali dengan fitur dual kamera utama.

Apakah keahlian dari team perangkat keras di Sony tersebut diragukan? Suka tidak suka, team ini memang bertanggung jawab untuk merancang dan mengembangkan berbagai teknologi baru untuk diaplikasikan ke smartphone Sony.  Seperti pemindai sidik jari, teknologi layar, dan sensor kamera terbaru.


Lalu apa yang kelak diupayakan oleh Sony untuk mengembalikan profitablitas? Dan apa yang diupayakannya di pasar Eropa? Sony memang mengatakan bahwa mereka akan fokus pada pasar Eropa. Namun belum jelas betul apa sayap bisnis yang akan dijalankan Sony untuk ditekankan ke pasar Eropa.

Kabarnya,  Sony akan menjalin kerjasama dengan banyak operator di seluruh dunia, sambil meningkatkan penjualan perangkat keras mereka melalui saluran terbuka (misalnya penjualan online / non-kontrak).

Sony juga menuturkan bahwa mereka akan memanfaatkan sepenuhnya aset teknologi yang mereka miliki. Departemen-departemen ini meliputi kamera, desain, lensa, sensor, teknologi baterai, audio, tampilan, dan konektivitas nirkabel yang dikembangkan oleh Sony selama ini untuk perangkat mobile-nya. Selain itu, Sony juga  menambahkan bahwa mereka  akan melakukan kemitraan di bidang teknologi untuk peluncuran 5G, menggarap berbagai  konten hiburan dari properti Sony lainnya, dan semakin mengintegrasikan infrastruktur / keahlian Grup Sony. (*)

Sumber: AndroidAuthority