pulsa-logo

Teknologi EMR Pada Pen Stylus


Aldrin Symu

Kamis, 21 Juni 2018 • 17:45


Saat peluncuran Samsung Galaxy Note7, salah satu keunggulan yang dipamerkan adalah peningkatan pada kemampuan S Pen. S Pen merupakan sebuah pena elektronik yang disematkan pada perangkat Note7 dengan beberapa keunggulan dibanding pendahulunya.

S Pen pada seri Galaxy Note mendukung pengguna lebih efisien dalam melakukan banyak hal melalui smartphone mereka. S Pen tersebut memiliki kemampuan ‘air command’ yang lebih ditingkatkan, ‘magnify’ untuk fungsi kaca pembesar dan ‘translate’ (penerjemah) yang dapat mengenali 38 bahasa dan menerjemahkan nya menjadi 71 bahasa dunia.

Tidak hanya itu, S Pen juga memiliki kemampuan ‘smart select’ yang mampu membuat GIF animation dari tampilan video serta ‘screen off memo’ dapat mencatat dan menggambar. Dengan penggunaan teknologi EMR (electromagnetic resonance), ujung pena S Pen makin tipis (0.7mm) dan 4096 titik tekanan menghasilkan pola tulisan yang dapat diatur tebal tipisnya. Bagaimana cara kerja teknologi EMR itu hingga bis demikian canggih? Berikut sedikit penjelasannya.

Pena elektrik buat smartphone ataupun tablet sebenarnya bukan dominasi Samsung. Sebelumnya, Wacom, perusahaan dari Jepang, pada Januari 1984 telah meluncurkan tablet pertama di dunia menggunakan pena elektronik tanpa tali, dengan nama ‘WT-460M’. Lalu, produk lanjutannya Wacom Bamboo, adalah tablet grafis semacam layar sentuh yang sensitif terhadap berbagai jenis gerakan dan sentuhan. Wacom Bamboo terdiri dari lima macam tablet, yaitu Bamboo, Bamboo Pen, Bamboo Touch, Bamboo Fun, dan Bamboo Craft.

Kesemua tablet Wacom menggunakan teknologi resonansi elektromagnetik. Teknologi yang sama yang diterapkan pada S Pen keluaran Samsung. Cara kerjanya, secara singkat, tablet menyediakan tenaga pada pena, sehingga pena tidak lagi memerlukan baterai. Pada bagian bawah permukaan tablet diletakkan sebuah papan sirkuit cetak yang dilengkapi dengan sebuah rangkaian yang terdiri dari gulungan pengirim/penerima dan sebuah reflektor magnet.



Papan sirkuit tersebut akan mengenali S Pen ketika didekatkan pada layar, dan memberikan serangkaian perintah pada smartphone atau tablet untuk melakukan sesuatu. Induksi elektromagnetik pada papan sirkuit ini juga merupakan sumber daya yang disimpan oleh S Pen.

Induksi elektromagnetik ini akan mengenali perintah dari S Pen yang tidak hanya untuk menulis atau menggambar tetapi juga hover, dimana S Pen tidak harus menyentuh layar untuk berinteraksi, tetapi cukup berada di atasnya beberapa milimeter. Hover ini berguna untuk menampilkan isi SMS, foto pada sebuah folder, air gesture, menu dan lainnya. Cukup dengan mendekatkan pen pada lokasi yang sudah ditentukan tanpa harus menyentuh layar.

Ada tiga bagian utama pada S Pen, bagian depan ujung pena (tip), gulungan koil yang menangkap aliran listrik dari induksi elektromagnetik digitizer dan papan sirkuit dimana listrik disimpan pada kapasitor. Papan sirkuit ini memiliki potensiometer untuk mengatur tingkat sensitifitas pen dan sebuah tombol klik untuk mengaktifkan menu.

Ketika tip dari S Pen menyentuh layar, maka akan mendorong gulungan koil bergerak naik dan pena dianggap aktif. Tekanan pena pada layar, yang mendorong koil naik turun memberikan instruksi sensitifitas pada aplikasi, apakah pena sedang menulis dengan tekanan halus atau lebih dalam.

Dengan induksi elektromagnetik, jika Anda dekatkan ujung jari dan tekan tip S Pen, maka S Pen dianggap aktif meskipun tidak menyentuh layar dan mengambang beberapa milimeter di atasnya.

Dengan kemampuan induksi elektromagnetik ini jika kita memasang pelindung layar seperti atau tempered glass di atas perangkat, maka tidak terasa ada perubahan sensitifitas yang berkurang.

Dikutip dari berbagai sumber