pulsa-logo

Dituding Manipulasi Harga DRAM, China Bakal Denda Samsung?


Nariswari

Jum'at, 22 Juni 2018 • 10:22

Samsung, DRAM, Samsung Monopoli, Harga DRAM, Harga DRAM Samsung


Sumber: GizChinaSumber: GizChina

China dikabarkan saat ini melakukan penyelidikan menyeluruh ke Samsung Electronics Co Ltd, SK Hynix Inc dan Micron Technology Inc, yang merupakan tiga produsen komponen semikonduktor terbesar di dunia yang mengendalikan pasar global untuk pasokan chip memori DRAM.

Menurut informasi yang diperoleh dari Taiwan’s Electronic Times, ketiga perusahaan ini diduga memanipulasi harga pasar DRAM di China.

Jika ketiga perusahaan raksasa tersebut memang terbukti bersalah, mereka akan dihukum dengan denda maksimum hingga USD 8 miliar.

Dari 2016-2017, harga memori DRAM global terus meningkat, baik untuk pasar PC dan pasar smartphone. Fenomena ini menarik perhatian dari Biro Anti-Monopoli Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (Anti-Monopoly Bureau of the Ministry of Commerce of the People’s Republic of China). Kementerian ini mengendus adanya praktek manipulasi harga di Samsung sejak bulan Desember 2017, akan tetapi ini tidak mencegah harga DRAM terus meningkat pada kuartal pertama 2018.

Baru bulan lalu, departemen anti-monopoli China mewawancarai Mei Guang (CEO Micron Technology Inc), dan kemudian meluncurkan penyelidikan pada tiga perusahaan tersebut yakni  Samsung, SK Hynix, dan Micron. Penyelidikan tersebut dimulai dari kantor mereka di China dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan mereka untuk mendapatkan berbagai bukti manipulasi harga. Namun, sejauh ini  Biro Anti-Monopoli Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok  belum mengungkapkan rincian penyelidikan yang mereka lakukan.

 

Menurut undang-undang antitrust China, Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron kemungkinan akan didenda antara USD$ 800 juta hingga USD$ 8 miliar jika mereka memang diketahui melakukan praktek manipulasi harga.


Sebagai catatan,  di Amerika Serikat, Samsung, SK Hynix, Micron, Infineon, dan Elpida pernah didenda karena memanipulasi harga memori DRAM antara tahun 1999-2002. Infineon kemudian “menarik diri” dari pasar DRAM sementara Elpida diakuisisi  oleh Micron.

Sampai sekarang, China adalah konsumen terbesar dari pasokan komponen memori DRAM. Pada 2017, mereka mengimpor chip memori senilai USD 88,92 miliar, yang meningkat hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Maka cukup wajar jika China memiliki kepentingan besar untuk melakukan penyelidikan adanya praktik manipulasi harga dimaksud. (Nariswari)

Sumber: GizChina