pulsa-logo

7 Startup Indonesia Lolos GnB Accelerator Seri 4 2018


Galing

Kamis, 28 Juni 2018 • 21:45

Startup, Startup Company, Perusahaan Startup, Perusahaan Rintisan, Inkubasi Startup, Inkubator Bisnis, Inkubator Business


7 Startup yang Lolos Dalam Program Akselerasi GnB di Jakarta, 28 Juni 2018 (Foto: PULSA)7 Startup yang Lolos Dalam Program Akselerasi GnB di Jakarta, 28 Juni 2018 (Foto: PULSA)

Program GnB Accelerator gelombang keempat yang diselenggarakan tahun ini akhirnya berhasil menggaet 7 startup lokal yang kemudian akan mengikuti sejumlah program akselerasi selama tiga bulan dari mulai bulan Juli hingga September 2018. Lewat program yang diwujudkan dari hasil kolaborasi antara perusahaan IT dari Jepang, Infocom Corporation, dan Fenox Venture Capital dari Silicon Valley ini para peserta akan mendapatkan fasilitas pendanaan senilai 50 ribu USD atau setara dengan Rp710 jutaan, bimbingan dari para mentor lokal dan mancanegara hingga fasilitas co-working space.

Kentaro Hasimoto, Program Manager, GnB Accelerator mengungkapkan, “Kemajuan ekosistem startup di Indonesia terus kita dukung melalui program GnB Accelerator sebagai wadah akselerasi, mentoring dan pendanaan bagi para startup. Program ini kami rancang secara konsisten juga untuk memberikan world-class accelerator program bukan saja melalui funding (pendanaan), tapi juga menawarkan mentorship (bimbingan), support (dukungan), dan training (pelatihan) dari para expert dari dalam dan luar negeri yang telah berpengalaman di bidangnya.”

Dalam kegiatan yang sudah diadakan sejak tahun 2016 ini, GnB juga menggelar roadshow ke berbagai wilayah di tanah air yang menjangkau kota-kota seperti Surabaya, Bandung, Jogjakarta, Medan dan Jakarta. Dalam kesempatan ini lebih dari 150 startup company telah ikut mendaftarkan diri. Sementara melalui laman web dari GnB Accelerator, lebih dari 200 startup company telah ikut berpartisipasi.

Adapun ketujuh startup yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini adalah:

1.    Infra Digital, InfraDigital merupakan layanan keuangan digital untuk bisnis tradisional untuk mengotomasi proses penagihan dengan memanfaatkan channel fintech dalam mengumpulkan dan menyalurkan pembayaran.

2.    Matakota, Matakota adalah media sosial dengan konsep smart citizen yang menghubungkan masyarakat dan stakeholder untuk berinteraksi secara kolaboratif pada enam sektor utama, yaitu social, lalu lintas, criminal, kebakaran, bencana dan perlindungan anak.

3.    Populix, Populix merupakan startup yang membangun database responden di seluruh Indonesia.  Database ini digunakan oleh perusahaan, lembaga masyarakat, pemerintah, akademisi, ataupun institusi lainnya untuk keperluan riset, marketing, dan pengujian produk, sehingga bisa dimanfaatkan untuk penentuan keputusan dan strategi yang lebih tepat bagi setiap penggunanya.


4.    Bookslife, Bookslife adalah platform penerbitan digital pertama di Indonesia. Dengan pendekatan yang mudah, murah dan personal. Bookslife memberikan solusi bagi para penulis, pembaca dan penerbit menggunakan sistem part untuk menggerakkan dan menciptakan atmosfir yang lebih positif dalam industri konten penerbitan.

5.    Playable Kids, Playable Kids merupakan aplikasi yang menyediakan konten digital yang aman, edukatif dan menghibur bagi anak serta orang tua. Konten digital yang disediakan berupa educations games, interactive learning video. Playable Kids juga menyediakan fitur school management system dan parental control untuk membantu orang tua memonitor perkembangan anak di sekolah.

6.    Homade, Homade adalah sebuah startup yang bergerak didalam industri makanan jadi (catering) yang memiliki standar kesehatan, rasa dan berkualitas dengan harga ekonomis. Keunggulan Homade yaitu, memberdayakan ibu rumah tangga untuk memasak, menggunakan makanan serta bumbu yang terjaga kualitasnya serta harga yang ekonomis dengan kemudahan memesan melalui aplikasi.

7.    Ikigai adalah portal rekrutmen mahasiswa. Menghubungkan mahasiswa ASEAN dengan universitas di seluruh dunia dengan misi untuk memberdayakan siswa dalam memilih pendidikan, melalui pilihan studi yang transparan, interaktif dan cocok dengan psikologi siswa. (Galing)