pulsa-logo

Asia IoT Business Platform (AIBP) ke 25 Akan Digelar 28 Agustus


Aldrin Symu

Rabu, 04 Juli 2018 • 16:29

Asia IoT Business Platform (AIBP) ke 25 Akan Digelar 28 Agustus


Tren positif terjadi dalam pengimplementasian teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia. Menurut survei Asia IoT Business Platform di ASEAN tahun lalu, lebih dari 83 persen bisnis Indonesia saat ini sedang mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi IoT. Menurut survei itu,11,8 persen bisnis sudah mengimplementasikan solusi IoT dan 5,1 persen sudah mendapat manfaat dari pengimplementasian itu, sementara 29 persen sedang mengeksplorasi solusi-solusi IoT yang ada, dan 37 persen sedang mengumpulkan fakta dan mempelajari solusi IoT.

Meski begitu, masih ada hambatan. Sebanyak 1.573 responden dari survei itu meyakini bahwa biaya yang tinggi (68,9 persen) adalah hambatan utama dalam implementasi solusi IoT skala besar, diikuti oleh masalah security (56,3 persen), ketidaksesuaian dengan sistem lama (48,2 persen), kompleksitas sistemnya (43,6 persen), dan ketersediaan sumber daya manusia yang memahami teknologi itu (40,4 persen).

Survei terbaru terhadap perusahaan-perusahaan di ASEAN sedang dilakukan saat ini dan hasilnya akan dipaparkan pada Asia IoT Business Platform (AIBP)edisi ke-25 di Jakarta, yang akan digelar pada 28-29 Agustus 2018 diThe Ritz Carlton Mega Kuningan. Informasi terbaru mengenai implementasi teknologi IoT di Indonesia tahun ini, begitu juga perbandingannya dengan negara-negara lain di ASEAN akan menjadi satu dari banyak topik menarik yang akan didiskusikan di AIBP 2018, yang akan berfokus pada tema Digitalization of Local Enterprises in Indonesia. Dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, kegiatan ini akan menghadirkan badan-badan pemerintahan, berbagai perusahaan, dan penyedia solusi IoT internasional, dengan tujuan untuk memahami bagaimana teknologi IoT bisa diaplikasikan di perusahaan dalam meningkatkan proses bisnis secara internal.

AIBP edisi ke-25di Jakarta akan mengetengahkan berbagai diskusi yang relevan bagi pengembangan teknologi dalam perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia, termasuk hadirnya pembicara-pembicara penting dari tiga segmen, yaitu:

1.    Badan pemerintah: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kementerian Perindustrian RI, Bank Indonesia, dan pemerintahan daerah;

2.    Perusahaan telekomunikasi lokal: Telkom, Indosat Ooredoo dan XL Axiata;

3.    Perusahaan lokal: Angkasa Pura, Bank Permata, Cikarang Dry Port, Lippo Karawaci, Perusahaan Listrik Negara, Puninar Logistics, Shopee Indonesia, Sinar Mas Group dan banyak lagi.


“Kami sangat positif tentang perkembangan di Indonesia dan kami telah melihat langkah yang diambil oleh perusahaan lokal selama 2-3 tahun terakhir dalam membangun strategi digitalisasi yang terfokus,supaya mereka bisa bersaing tidak hanya secara lokal, tetapi juga regional. AIBP akan fokus dalam menampilkan apa yang sudah diraih perusahaan lokal dan diskusi akan memandang ke depan,seputar apa yang dapat dilakukan oleh bisnis Indonesia secara teknologi untuk mempertahankan pertumbuhan yang mengesankan,” kata Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform.

Sementara perusahaan telekomunikasi lokal akan menyesuaikan layanan mereka untuk mendukung upaya negara dalam mendorong perluasan digitalisasi. “Untuk mendukung visi pemerintah Indonesia, Telkom akan mendorong percepatan bisnis digital enterprise melalui aplikasi teknologi Internet of Things di berbagai sektor,"kata Arief Musta’in, Head of Digital Service Division di Telkom Indonesia.

"Sesuai dengan visi kami, Indosat Ooredoo sebagai pemimpin dalamdigital telecomunication, Indosat Ooredoo Business mempunyai aspirasi untuk menjadi partner digital B2B pilihan, memungkinkan partner bisnis untuk memiliki keunggulan kompetitif di era digital ini, dengan menggunakan teknologi IoT dan AI terkini. Indosat Ooredoo Business juga memainkan peranan penting sebagai IoT hub yang menawarkan konektivitas, platform dan aplikasi IoT yang siap digunakan. Indosat Ooredoo Business yakin bahwa pemanfaatan IoT di area Intelligent Transport & Logistics Sytem, Industry 4.0, dan Smart City akan mendorong pertumbuhan bisnis, ekonomi dan masyarakat yang lebih baik," kata Hendra Sumiarsa, Head of IoT & Vertical Apps Solutions di Indosat Ooredoo.