pulsa-logo

Langgar Ketentuan, WhatsApp Tuntut Aplikasi ini Dihapus


Galing

Kamis, 05 Juli 2018 • 14:24

WhatsApp, DirectChat, Direct Chat, Notifikasi ChatHead, Chat Head Notification


Sumber: Google Play StoreSumber: Google Play Store

WhatsApp pada tahun 2015 lalu diketahui telah mengirimkan surat peringatan yang menuntut agar para pengembang menghapus aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan pengguna untuk mengakses pesan dari perusahaan yang kini telah menjadi bagian dari Facebook ini. Pengembang WhatsApp+ dianggap telah melanggar ketentuan layanan karena telah memodifikasi aplikasi resmi yang telah ada.

Langkah aplikasi pesan instan yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1,5 miliar orang ini rupanya juga menyasar pula pengembang aplikasi lainnya seperti DirectChat. Lewat aplikasi ini pengguna akan mendapatkan notifikasi dalam bentuk ChatHead untuk setiap pesan yang masuk. Bentuk notifikasi yang unik ini sebelumnya telah diimplementasikan pertama kali pada aplikasi Facebook Messenger. Sehingga dengan menginstal DirectChat, pengguna akan melihat ChatHead setiap kali ada pesan yang masuk baik yang berasal dari Facebook Messenger, WhatsApp ataupun aplikasi pesan instan lainnya yang terpasang pada perangkat.

Modifikasi bentuk notifikasi ini menggunakan layanan serta API (Application Programming Interface) buatan Android bernama DirectReply. Adanya perubahan terhadap pengalaman menggunakan WhatsApp yang diduga dilakukan oleh pengembang tersebut tentu saja membuat WhatsApp berang. Dalam sebuah surat peringatan yang dibagikan lewat forum Reddit, tim pengacara sang aplikasi menuntut agar pihak pengembang dapat segera menghentikan upaya perubahan tersebut secara permanen. Segala bentuk pengembangan, distribusi, promosi, operasi, penjualan, dan penawaran layanan oleh DirectChat yang dilakukan melalui berbagai jalur seperti laman web dan media sosial harus segera diakhiri. Pihak pengembang diminta pula untuk berjanji tidak akan menyebarluaskan, mengoperasikan serta menjual produk baik dalam bentuk utuh ataupun kode pemrograman di masa datang kepada siapapun.

Menanggapi hal ini pihak pengembang lantas berkomentar bahwa apa yang mereka lakukan ini sejatinya merupakan hal yang legal karena perubahan atas bentuk notifikasi pesan yang dilakukan tersebut ditempuh dengan menggunakan layanan atau sekumpulan API yang disediakan oleh Android. Dengan kata lain, pihak pengembang berkeras bahwa perubahan yang mereka lakukan tersebut tidak menggunakan cara-cara peretasan yang melanggar hukum. Sebaliknya, layanan yang mereka sediakan sepenuhnya menggunakan cara-cara yang wajar sebagaimana telah diatur dalam mengembangkan sebuah aplikasi pada platform Android.

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, baik WhatsApp maupun Google selaku pemilik platform Android masih belum bersedia memberikan tanggapannya. (Galing)

Sumber: NDTV