pulsa-logo

Ini Perbedaan Utama Chipset Kelas Menengah Qualcomm Snapdragon Seri 600


Nariswari

Senin, 09 Juli 2018 • 08:47

Snapdragon,snapdragon 630,snapdraon 625,snapdragon 660,snapdraggon 636,snapdragon 450,qualcomm,snapdragon vs mediatek


image courtesy: Gizmochinaimage courtesy: Gizmochina

Qualcomm sebagai salah satu produsen  prosesor mobile ternama,  telah berhasil menembus ke semua tiga segmen utama pasar yakni segmen high-end, mid-range, dan low-end. Di segmen kelas menengah dan loe-end, Qualcomm berhadapan langsung dengan Mediatek yang memberikan persaingan ketat dengan sama-sama menggarap chipset smartphone di segmen low end  dan kelas menengah.

Persaingan ketat ini tidak menjadikan Qualcomm gentar, karena Qualcomm sangat percaya diri dengan pencapaian dan keberhasilan rangkaian prosesor yang efisien dari Snapdragon 600 dan 400 series. Namun, selama ini kita memang belum banyak dijabarkan tetang karakteristik dan perbedaan utama dari tiap prosesor kelas menengah tersebut.

Secara logis, mengingat skema penamaan, kita memang segera berasumsi bahwa seri Snapdragon terbaru adalah chipset yang lebih baik tetapi sebenarnya kita perlu mengetahui karakteristik tiap processor. Demikian pula, chipset Snapdragon 450 yang diumumkan pada bulan Juni 2017 sangat mirip dengan Snapdragon 625, meskipun dari seri low-end Snapdragon 400.

Secara khusus, memang kita melihat ada enam seri prosesor untuk smartphone mid-range dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 660, Snapdragon 636, Snapdragon 632, Snapdragon 630, Snapdragon 625, dan juga Snapdragon 450.

Lalu kita dapat membagi prosesor ini menjadi dua bagian lebih lanjut untuk memudahkan pemahaman: kelas nenegah papan atas dan kelas menengah (saja).

Kelas menegah papan atas memiliki terdapat dua chipset utama: Snapdragon 660 dan Snapdragon 636. Sedangkan di segmen mid-range, kita dapat menyertakan empat SoCs, yaitu, Snapdragon 630, Snapdragon 632, Snapdragon 625, dan Snapdragon 450. Sekali lagi, banyak yang bisa membantah bahwa 450 adalah dari mid-level, karena memiliki awalan seri angka “4” dan tidak benar-benar layak disebut sebagai prosesor mid-range. Tetapi untuk beberapa alasan yang disebutkan nanti, sepertinya processor Snapdragon 450 lebih baik ditempatkan di segmen mid-range daripada seri low end.

Snapdragon 660 dan Snapdragon 636 adalah dua prosesor paling kuat dalam seri Snapdragon 600 besutan dari Qualcomm. Ini adalah prosesor keluaran tahun  2017 yang cukup unik dalam arti bahwa kedua processor ini  memiliki custom core, yang pertama dalam seri Snapdragon 600. Secara khusus, Snapdragon 660 yang diumumkan pada Mei 2017 adalah chip seri 600 pertama yang menggunakan core custom Kryo. Sementara itu Snapdragon 636 yang diperkenalkan  pada bulan Oktober.


Snapdragon 660 dan 636:

Snapdragon 660 dan 636 benar-benar terlahir sebagai “saudara yang sangat dekat”. Dari nama mereka, banyak yang akan menganggap bahwa Snapdragon 632 atau Snapdragon 630 akan lebih dekat ke Snapdragon 636 daripada Snapdragon 660. Tetapi itu ternyata keliru. Hanya ada empat perbedaan kecil antara Snapdragon 660 dan Snapdragon 636.

Performa clock speed dari cluster Kryo 260G ( Snapdragon 660 adalah 2.2GHz sedangkan Snapdragon 636 memiliki clock speed  1.8GHz) dan dari dukungan GPU, Snapdragon 660 memiliki dukungan Adreno 512 , sedangkan Snapdragon 636 memiliki dukungan GPU Adreno 509. Snapdragon 660 memiliki dukungan LPDDR4 @ 1866MHz sedangkan Snapdragon 636 memiliki dukungan LPDDR4 @ 1333MHz. Sedangkan Snapdragon 636 memiliki dukungan layar QHD dan sedangkan Snapdragon 636 memiliki dukungan FHD + (18: 9).

Terlepas dari beberapa titik perbedaan  ini, kedua prosesor tersebut memiliki spesifikasi yang sama. Jadi, keduanya menampilkan inti Kryo 260 semi-kustom yang sama dalam kelompok 4 + 4. Ada 4 x Kryo Gold core dan 4 x Kryo Silver core berdasarkan Cortex A73 dan Cortex A53. Keduanya dibuat pada proses LPP 14nm.

Datang ke persamaan, spesifikasi inti sama untuk kedua chip. Jadi selain dari inti Kryo 260 yang sama di dalamnya, Anda mendapatkan modem X12 LTE yang sama. Dukungan 13/12 (150Mbps uplink 600Mbps (downlink) dan 3 x 20MHz CA, dukungan kamera tunggal 24MP, dan dukungan kamera ganda 16MP. Chip ini mendukung pengambilan dan pemutaran video hingga resolusi 4K UHD @ 30fps. Kedua chipset  mendukung Quick Charge 4.0 dan kerangka pembelajaran mesin seperti Tensorflow, caffe melalui Snapdragon Neural Processing Engine.

Singkatnya, Anda dapat memanggil Snapdragon 636 sebagai versi efisien (Lite) dari Snapdragon 660!

Snapdragon 630:

Snapdragon 630 lebih cocok disandingkan dengan Snapdragon 625 dan Snapdragon 450! Snapdragon 630 memiliki sebagian besar fitur yang dimiliki oleh  Snapdragon 636 tetapi jauh lebih “lambat” karena inti Cortex A53 octa-core, namun memiliki pengaruh baik untuk efisiensi daya. Jadi, jika Snapdragon 636 adalah “versi ringan” dari Snapdragon 660, maka Snapdragon 630 adalah versi ringan dan efisien dari Snapdragon 636.

Snapdragon 630  memiliki delapan inti Cortex A53 dengan arsitektur 4 x A53 @ 2.2GHz dan 4 x A53 @ 1.8GHz. Jadi, kinerjanya hanya rata-rata,  tetapi cukup lumayan dan menawarkan peningkatan grafis hingga 30% dan peningkatan kinerja gaming  dibandingkan dengan Adreno 506. Terlepas dari penurunan signifikan dalam kinerja CPU, sisa spesifikasi lainnya sangat mirip dengan dua SoC di atas yakni Snapdragon 660 dan 636.

Snapdragon 630 mendukung mesin pemrosesan Neural Qualcomm, X12 LTE dengan Cat. 13/12 downlink / uplink, kamera tunggal 24MP dengan Spectra 160 ISP (teknologi ClearSight), LPDDR4 @ 1333MHz dengan dukungan hingga RAM 8GB dan dukungan penyimpanan eMMC / UFS, pengambilan dan pemutaran video 4K UHD, dan dukungan layar FHD +.

Namun dukungan dual kamera pada Snapdragon 630 turun ke pengaturan dual kamera utama dengan kombinasi resolusi 1MP+13MP, bukan dual 16MP pada Snapdragon 660 dan Snapdragon 636.

Lalu apa yang membuat Snapdragon 630 lebih dekat ke Snapdragon 636 daripada Snapdragon 632 atau 625? Ternyata adalah bahwa processor tersebut datang dengan dukungan untuk Mesin Pengolahan Neural Qualcomm (untuk AI). Plus, memiliki dukungan Quick Charge 4.0.

Perlu disebutkan bahwa Snapdragon 660, Snapdragon 636, dan 630 adalah satu-satunya tiga SoC dalam seri 600/400 yang mendukung AI melalui NPE dan Quick Charge 4.0. Dalam hal konektivitas, ketiga seri tersebut memiliki dukungan Bluetooth 5.0, dan USB 3.1.

Snapdragon 632, Snapdragon 625, dan Snapdragon 450

Snapdragon 632 memiliki arsitektur  4 x Kryo 250 Gold  (A73) core di clock speed 1.8GHz dan 4 x Kryo 250 Silver (A53) di clock speed 1.8GHz bukan 8 x Cortex A53 @ 2.0GHz core yang dimiiki oleh chipset  Snapdragon 625. Sisa spesifikasi lainnya persis sama, termasuk dukungan kelola grafis GPU Adreno 506.

Lalu bagaimana dengan Snapdragon 450 ? Mengapa perlu dibandinkan dengan seri Snapdragon 6XX? Snpdragon 450 pada dasarnya adalah versi clock yang lebih rendah dari Snapdragon 625, dengan arsitktur  8 x Cortex A53 core di clock speed 1.8GHz bukan 2.0GHz. Perbedaan lainnya adalah pada pengkodean video dan resolusi decoding. Jadi, Snapdragon 632, dan 625 dapat menyandikan dan men-decode video pada 4K UHD @ 30 fps sementara Snapdragon 450 hanya didukung resolusi  FHD + @ 60fps.

Sekarang kita lihat kesamaan jajaran ketiga seri Snapdragon tersebut:

-    Dukungan GPU Adreno 506

-    Hexagon 546 DSP

-    Dukungan kamera tunggal 24MP dan dukungan dual cam 13MP

-    Dukungan FHD + Display

-    X9 LTE Cat 13/7 (150Mbps uplink | 300Mbps downlink), 2 x 20MHz CA

-    Dukungan fitur Quick Charge 3.0

-    USB 3.0

Dalam hal konektivitas Bluetooth, Snapdragon 632 tidak mendapatkan upgrade ke versi 5.0 yag baru. Sedangkan chipset Snapdragon 625 dan 450 mendukung BL 4.1+ LE.

Jadi, di bagian ini, Snapdragon 632 adalah chip terbaik, dan Snapdragon 625 dapat disebut sebagai versi “ringan” atau Lite dari Snapdragon 632. Sedangkan Snapdragon 450 sebagai versi ringan dari Snapdragon 625. (*)

Sumber:  Gizmochina