pulsa-logo

Hands On Infinix Smart 2: "Ringan Memukau"


Aldrin Symu

Minggu, 29 Juli 2018 • 13:30


Saat toko online menggelar dagangan dengan kalimat yang menggelitik, rasanya sayang untuk tidak segera menjajalnya. Ya, Infinix Smart 2 yang dijual di salah satu toko online ditulis dengan “Infinix Smart 2 Lebih Bagus dari Xiaomi Redmi 5A” tentunya mengundang banyak keingin tahuan. Untuk itu, PULSA rela menguber produk yang di flash sale langsung kehabisan stok ini. Untungnya kebagian.

Produk yang dijual 1,4 juta rupiah ini tidak mengumbar spek tinggi. Hadir dengan nama model Infinix X5515F, ponsel ini menggunakan OS Android Oreo 8.1.0 dengan UI yang dinamakan XOS versi 3.0. Untuk urusan hardware, ponsel ini menggunakan prosesor Quad-core MT6739 ARM Cortex-A53 1.5GHz dengan grafis PowerVR Rogue GE8100, RAM 2GB dan ROM 16GB dan tambahan kartu memori maksimal 128GB. Berikut hands on atau kesan pertama penggunaan.

Fullview Display dan Body Ringkas

Entah apa alasan Infinix menamakan produk ini dengan Smart, tapi yang jelas ini merupakan versi perbaikan dari Smart sebelumnya. Dilihat dari segi desain dan bentuk, setuju bila disebut berbody ringkas, dan bentuk ponsel candybar dengan pola memanjang. Namun ponsel ini menarik dari kombinasi warna hitam kelam yang bagian belakangnya tidak licin dan kokoh. Mengemas layar 5,5 inci fullview dengan resolusi HD+ masih menjadi penarik minat yang menjanjikan.

Pada tampak depan, kamera depan dilengkapi dual LED flash yang mendukung low light selfie. Sedangkan kamera belakang dilengkapi LED flash berkekuatan lebih. Menerapkan baterai unibody (menempel di body), berbahan dasar plastik karbon casing belakang ponsel ini dapat dilepas untuk memasukkan SIM card dan kartu memori tambahan. Untuk port, ponsel ini masih standard dengan mini USB yang mendukung OTG dan audio jack 3.5mm.

XOS dengan Android Oreo 8.1.0

Menggunakan XOS yang merupakan kombinasi cerdas OS Android Oreo dengan UI khas Infinix, jadilah ponsel ini tampil beda dan lebih ringan. Apalagi dukungan aplikasi ‘phonemaster’ yang sepertinya dirancang untuk kemudahan yang fungsional buat pemakai setia Infinix.


Layar utama memudahkan Anda untuk mengatur wallpaper, widget, xtheme dan menu. Sedangkan kesemua aplikasi diletakkan pada layar kedua. Anda disuguhkan dengan folder yang dapat dikustomisasi serta ‘freezer’ untuk menempatkan aplikasi yang ingin dibekukan sementara. Bila dari layar utama Anda bergeser ke kiri, ‘manage cards’ mampu membantu Anda untuk mengatur ‘news’ dan ‘phonemaster’.

Hardware

Dengan kisaran harga banderol, rasanya wajar bila ponsel ini menyertakan hardware kelas menengah. Dengan prosesor Quad-core MT6739 ARM Cortex-A53 1.5GHz dan RAM 2GB + ROM 16GB, ponsel ini mendukung tambahan kartu memori maksimal 128GB. Dari pengujian awal, menjalankan beberapa games ringan (seperti craft warriros dan last craft) dan koneksi wajar, semua berjalan lancar meskipun tidak terlalu mulus.

Dalam pengujian dengan aplikasi Antutu Benchmark, ponsel ini mendapatkan skor 44242. Dengan Geekbench 4.2.3 untk single core didapat nilai 650 dan multi core didapat nilai 1856. Dengan 3Dmark, untuk slingshot extreme didapat nilai 85 dan slingshot 153.

Kamera

Di sisi belakang, ponsel ini menggunakan kamera 13 megapiksel dengan resolusi 4160x3120. Tidak diketahui lensa apa yang digunakan, namun janji bokeh yang diumbar ternyata benar adanya. Pengambilan gambar dengan fokus objek didepan, menghasilkan efek blur yang jelas dibelakangnya. Untuk kamera depan, tersedia 8 megapiksel dengan dual LED flash. Hal ini membuat kamera depannya dapat mengambil selfie dengan jelas dalam suasana pencahayaan minim.

Untuk lebih jelasnya, tunggu review atau test lengkap kami beberapa hari lagi.