pulsa-logo

Mengenal Virus 'Eternal Blue', Yang Menyerang Pabrik Chipset TSMC


Zulkifli Awiek

Rabu, 08 Agustus 2018 • 10:40

Eternal Blue


Image: News.MyDriversImage: News.MyDrivers

Beberapa hari ini, sistem komputer Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) tiba-tiba diserang oleh beberapa virus canggih yang mengakibatkan tiga basis produksi utamanya ditutup, mungkin untuk sementara.

TSMC adalah perusahaan perakitan chipset untuk perangkat mobile yang melayani banyak perusahaan besar di seluruh dunia, khususnya Apple, Qualcomm, dan Huawei yang saat ini menggunakan proses TSMC 7 nanometer untuk menghasilkan prosesor-prosesor baru ke depannya.

Dilansir Gizchina, tingkat kerusakan yang disebabkan oleh virus “Eternal Blue” belum dapat dipastikan. Untungnya, sistem komputer utama perusahaan tidak tersentuh oleh serangan virus. Namun saat ini, tim internal dari TSMC telah dengan cepat memperbaiki agar produksi perakitan chipset dan yang lainnya bisa segera pulih.

Tetapi diakui bahwa dampak dari serangan virus tersebut masih akan mempengaruhi kinerja dan membuat proses produksi tidak akan semaksimal sebelum mendapat. Diperkirakan, akibat dari serangan virus ini akan mempengaruhi pendapatan TSMC pada kuartal ketiga tahun ini akan jatuh sekitar 3%, dan marjin laba kotornya akan berkurang sekitar 1% dari sebelumnya.

Nah, yang jadi pertanyaan, apa virus Eternal Blue itu? TSMC menyebutkan bahwa virus itu muncul selama instalasi aplikator perangkat lunak baru, lalu virus itu menyebar ketika terhubung ke jaringan komputer perusahaan. Menurut yang diungkapkan oleh Wei Zhejia, presiden TSMC, virus itu adalah varian dari "Eternal Blue".

Program serangan Eternal Blue sebenarnya berasal dari National Security Agency (NSA), yang telah dicuri dan dimodifikasi oleh penjahat atau hacker untuk membuat kode worm berbahaya yang memanfaatkan kerentanan yang ada di dalam Windows Network Sharing Protocol.

Sebenarnya serangan malware seperti ini sudah menjadi global sejak Mei 2017 tahun lalu, ada cukup banyak serangan oleh berbagai varian dari Si "Eternal Blue" ini. Salah satu serangan yang paling banyak adalah virus “WannaCry” dengan yang kebanyakan si pengirim virus akan meminta tebusan dalam bentuk apapun, termasuk uang.


WannaCry telah menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di lebih dari 150 negara, dan menyebabkan kerugian lebih dari 8 Miliar Dollar Amerika. WannaCry adalah virus yang masih paling berpengaruh hingga saat ini. (Awiek/Ozi)

Sumber: 1, 2