pulsa-logo

Ada Celah Kerentanan, WhatsApp Bisa Dimanfaatkan Penyebar HOAX


Nariswari

Jum'at, 10 Agustus 2018 • 09:59

WhatsApp,keamanan WhatsApp


IlustrasiIlustrasi

Para peneliti di firma riset Check Point telah menemukan adanya celah kerentanan di WhatsApp yang dapat dimanfaatkan atau dimanipulasi oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang salah (HOAX).

Kerentanan tersebut memungkinkan si oknum tersebut untuk mencegat dan memanipulasi pesan yang sesungguhnya yang dikirim oleh orang-orang dalam grup atau percakapan pribadi.

Perusahaan riset Check Point menunjukkan setidaknya ada tiga kemungkinan cara celah kerentanan dapat dieksploitasi. Salah satunya adalah dengan mengubah balasan dari seseorang untuk memasukkan kata atau informasi yang salah ke dalam pesan yang disampaikan.

Cara lain adalah dengan mengutip pesan dalam balasan ke percakapan grup untuk membuatnya tampak seolah-olah berasal dari orang yang terlihat meyakinkan.

Ketiga, dengan mengirim pesan ke anggota grup yang berpura-pura menjadi pesan grup tetapi sebenarnya hanya dikirim ke anggota group. Namun, tanggapan anggota akan dikirim ke seluruh grup.

Check Point kemudian memberikan beberapa ilustrasi visual tentang bagaimana serangan berita HOAX itu bisa dimainkan dalam kehidupan nyata. Dengan basis pengguna aktif sekitar 1,5 miliar pada awal 2018, WhatsApp adalah target tetap yang sangat potensial dari peretas yang melihat aplikasi ini sebagai lahan untuk meluncurkan berbagai modus penipuan. Jika seorang peretas dapat memanipulasi pesan dari seorang inpidu yang berpengaruh, pesan tersebut dapat menjadi viral jika dipelintir dengan cara yang menarik atau mengejutkan.

Maka tidak heran, jika aplikasi ini kerap digunakan untuk mengirim rumor, berita palsu dan informasi yang salah yang telah menyebabkan berbagai tragedi mengerikan seperti bunuh diri, pembunuhan orang yang tidak bersalah, serentetan penghilangan paksa dan pembunuhan saksi korban yang tidak bersalah di dunia.


Sayangnya, sejauh ini WhatsApp belum mengeluarkan pernyataan apapun tentang masalah ini tetapi pengguna dapat mencegah diri mereka digunakan sebagai alat untuk menyebarkan informasi yang salah (HOAX) dengan memverifikasi berita sebelum dibagikan ke teman/group. Disarankan untuk memeriksa apa yang Anda lihat di media sosial dengan pencarian online, untuk mencari referensi sebanyak-banyaknya tentang hal tersebut. (Naris/Ozi)

(Sumber)