pulsa-logo

FBI Ingatkan Bahaya Pencurian via ATM akan Terjadi Dalam Waktu Dekat


PULSA

Rabu, 15 Agustus 2018 • 15:09

keamanan ATM,pembobol ATM, ATM dicuri


 Photo by Justin Sullivan/Getty Images Photo by Justin Sullivan/Getty Images

FBI telah memperingatkan bank bahwa ATM kemungkinan bakal menghadapi serangan global oleh para penjahat di "kemudian hari". FBI menginformasika bahwa penjahat cyber ini akan meretas prosesor kartu pembayaran atau bank dan menggunakan ATM di seluruh dunia untuk menarik jutaan dolar dalam jam-jam tertentu, seperti yang dilansir oleh blog cybersecurity Krebs on Security.

Krebs on Security mengatakan bahwa FBI telah menyebarkan peringatan rahasia pada bank Jumat lalu, menyatakan, "FBI telah memperoleh pelaporan yang tidak ditentukan menunjukkan penjahat cyber berencana untuk melakukan skema cash-out Automated Teller Machine (ATM) global dalam beberapa hari mendatang."

Para penjahat akan berkompromi dengan bank atau kartu prosesor lewat malware sehingga mereka mendapatkan akses ke nomor kartu pengguna bank. Menurut Krebs on Security mereka juga akan menggunakan akses mereka untuk mengubah batas penarikan ATM dan saldo rekening, yang memungkinkan mereka untuk menarik uang sebanyak yang ada pada masing-masing ATM

Kemudian, para penjahat akan akan mengirim data kartu pada kaki tangannya yang akan menanamkan data ke kartu yang dilengkapi strip magnetik dapat digunakan kembali, "seperti kartu hadiah yang dibeli di toko-toko ritel," tulis FBI di peringatan nya. Pada waktu yang terkoordinasi, kaki tangan itu akan menarik dana dari ATM di seluruh dunia menggunakan kartu-kartu palsu ini.

Waktunya kemungkinan akan jatuh pada akhir pekan, ketika bank mulai tutup. Misalnya, pada kejadian antara 2016 dan 2017, 2,4 juta dolar AS itu dicuri dari sebuah bank di Virginia setelah hacker melakukan phishing sistem bank dan menarik uang tunai dari ATM di dua penarikan terpisah.  Penarikan itu dilakukan pada hari libur Memorial Day dan pada hari Sabtu.

FBI menunjukkan bahwa serangan sebelumnya biasanya ditargetkan pada "lembaga keuangan kecil-menengah " yang kemungkinan memiliki anggaran yang lebih kecil, dengan tingkat keamanan yang lemah, dan mungkin memiliki kerentanan dengan vendor pihak ketiga.

Agar tidak mudah dibajak FBI meminta bank untuk menyarankan kepada pengguna untuk memberi password yang kuat dan memungkinkan dua otentikasi dengan token fisik (tidak melalui melalui SMS, yang dapat dengan mudah dibajak).


Peringatan ini memang ditujukan bagi bank-bank yang ada di Amerika Serikat, dan mudah-mudahan tidak membawa dampak pada pengguna di Indonesia. (*)

Sumber: Krebs on Security via The Verge