pulsa-logo

Inikah Aplikasi Penghemat Baterai Sesungguhnya?


Zulkifli Awiek

Kamis, 16 Agustus 2018 • 17:23

Aplikasi Penghemat Baterai Sesungguhnya


IlustrasiIlustrasi

Banyak pabrikan handphone mencoba fokus dalam mencari cara untuk menghemat baterai di produk besutannya. Namun, biasanya solusi untuk itu adalah mau tidak mau mengorbankan kinerja dan fungsionalitas. 

Nah baru-baru ini, tampaknya para developer yang ada di Universitas Waterloo, telah benar-benar berhasil membuat aplikasi yang akan memperpanjang masa pakai baterai sebuah handphone cerdas tanpa berdampak pada kinerjanya.

Aplikasi ini dirancang untuk handphone Android yang akan memanfaatkan fitur built-in multi-window yang ada di dalam sistem operasi Android itu sendiri.

Pada dasarnya apa yang dilakukan oleh aplikasi ini adalah setiap kali aplikasi dibuka melalui multi-windows atau recent-apps, ia akan bekerja untuk mengurangi tingkat kecerahan (brightness) dari aplikasi yang tidak penting, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi jumlah baterai yang digunakan oleh layar handphone tersebut.

Menurut Kshirasagar Naik, seorang profesor di Fakultas Teknik Elektro dan Komputer Universitas Waterloo, yang dilansir dari Ubergizmo mengatakan bahwa dia dan timnya telah mengembangkan aplikasi yang dapat dipasang pengguna di perangkat mereka yang berfungsi untuk mengurangi kecerahan aplikasi yang tidak penting. Jadi, ketika Anda sedang berinteraksi dengan sebuah aplikasi, kecerahan jendela lainnya menurun sehingga mengurangi konsumsi energi perangkat tersebut.

Berdasarkan tes pengujian yang dilakukan ke 200 orang pengguna handphone cerdas, ditemukan bahwa aplikasi ini berhasil memperpanjang masa pakai baterai paling kecil 10%, dan maksimal 25%.

Akan tetapi sayangnya, aplikasi penghemat baterai ini belum dapat diunduh oleh masyarakat publik saat ini, ditambah pula adanya batasan bahwa aplikasi ini sementara hanya bekerja pada pnel layar berjenis OLED, bukan LCD.


Aplikasi ini merupakan aplikasi yang tentunya cukup menarik dan semoga Google atau OEM Android lainnya dapat melirik teknologi ini serta mempertimbangkannya sebagai fitur hemat baterai untuk perangkat cerdas di masa depan. (Awiek/Ozi)

(Sumber)