pulsa-logo

Rupiah Tembus Rp 14.897/US$, Awas Harga Ponsel Bakal Melambung


Kurdi

Selasa, 04 September 2018 • 16:41

Rupiah Tembus Rp 14.897/US$,Ponsel Bakal Melambung,


doc pulsadoc pulsa

Nilai tukar Rupiah semakin melemah mendekati level Rp 15.000/US$. Hari ini (04/09), Rupiah tembus Rp 14.897. Efek negatif pelemahan nilai rupiah terhadap dollar meluas hingga sektor industri ponsel. Vendor ponsel, terutama lokal, bakal menaikkan harga ponsel di pasaran, menyesuaikan dengan komponen utama yang masih menggunakan vendor luar.

Salah satu vendor ponsel lokal, Evercoss, telah ancang-ancang akan menaikkan harga ponsel di pasaran. Hal itu diungkapkan Head of Marketing Communication Evercross, Suryadi Willim.

Suryadi mengatakan, bahwa lemahnya nilai rupiah terhadap dollar sangar berpengaruh bagi harga ponsel Evercoss yang beriktunya akan keluar. “Karena komponen utama seperti chipset dan baterai masih menggunakan dari vendor luar, yang transaksinya tetap menggunakan Dollar," ujar Suryadi (01/09).

Di sisi lain, LG Electronics Indonesia kabarnya justru menurunkan harga jual dua handphone premiumnya di Indonesia. Yakni, LG G7+ ThinQ dan LG V30+. Kedua handphone premium LG ini cukup lama beredar di pasaran dengan menawarkan fitur dan spesifikasi handphone kelas atas.

Penurunan harga kedua handphone besutan LG tersebut sangat siginifikan dibandingkan harga jualnya pada akhir pekan lalu. Bahkan penurunan harga pada LG G7+ ThinQ mencapai 2,2 juta rupiah dari harga jual sebelumnya yang mencapai 11 juta rupiah. Kini harga jual LG G7+ ThinQ hanya diangka 8,8 juta rupiah.

Sejalan dengan itu, Ketua Asosiasi Elektronik Indonesia, Ali Soebroto, mengatakan pelaku usaha siap menaikkan harga barang elektronik mengingat barang ini sangat tergantung dengan impor. Ali meyakini, rupiah akan terus melemah mengikuti kondisi pasar hingga mencapai titik equilibrium baru. Selama periode ini, lanjutnya, pelaku usaha sudah siap mengalami kerugian karena penjualan diprediksi menurun akibat kenaikan harga.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta. Tutum mengakui barang elektronik memang salah satu produk ritel yang akan mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Tutum berharap angka psikologis baru yang terbentuk setelah pelemahan rupiah ini tidak sampai melewati Rp 15.000/US$. Untuk itu, pelaku usaha meminta Pemerintah dapat kurs rupiah agar tetap stabil. (krd/frd)


Sumber: berbagai sumber