pulsa-logo

Video Mesum Pelajar Marak Beredar, Ini Tips Cegah Anak Akses Pornografi di Ponsel


PULSA

Rabu, 05 September 2018 • 15:27

video mesum pelajar,video porno,tips mengatasi video mesum


Beredarnya video mesum pelajar SMK di jembrana, Bali, menghebohkan kalangan masyarakat luas, Video tersebut beredar sejak beberapa hari yang lalu melalui Aplikasi pesan WhatsApp.

Video mesum itu diduga menggunakan ponsel untuk merekam kejadian senonoh itu di sebuah hotel kawasan jembrana,Bali.

Dengan kejadian video mesum itu, pelaku pria sudah tidak masuk sekolah dan sementara, polisi kabarnya telah menemui pemeran wanita yang berinisial PP di sekolahnya untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut perihal video mesum tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi yang diproleh dari pihak kepolisian dengan dalih masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus beredarnya video porno itu. Nanti saja usai lidik akan kami sampaikan," kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai saat dikonfirmasi.

Seperti dilansir Bali Express (Jawa Pos Group), Ada dua video yang menampilkan kedua siswa SMA itu berhubungan intim. Video pertama dipotong dalam tiga bagian, masing-masing berdurasi 0,55 detik, 2 menit 28 detik, dan video terakhir yang menampilkan wajah pemeran wanita, hingga secara mudah diketahui oleh temannya.

Dengan maraknya video mesum secara berulang-ulang di kalangan para pelajar, hingga mengakibatkan kecemasan dari para orang tua murid agar anaknya jauh dari tontonan negatif tersebut.

Oleh karena itu dituntut peran serta pengawasan Guru di sekolah para orang tua wali murid, lebih cekatan mengawasi anaknya dalam menggunakan alat komunikasi ponsel.


Untuk mencegah hal tersebut, berikut ini tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mengatasinya:

1. Bikin Akun Google Secara Khusus

Apabila Anda mengizinkan anak untuk mengakses YouTube di perangkat mobile atau PC desktop, maka Anda perlu membuat akun Google khusus. Dengan membuat akun Google baru, maka pengguna bisa memonitor video apa yang ditonton oleh anak dan apa yang diunggahnya serta ia sharing.

Anda bisa mengetahui history video YouTube ini bila login dengan akun yang sama di perangkat mobile milik Anda pribadi.

 

2. Aktifkan Restricted Mode di YouTube    

Aktifkan restricted mode, hal ini membantu menghindari konten yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Pengguna perlu menyimpan opsi ini dan pastikan setiap browser yang Anda pakai telah mengaktifkan restricted mode tersebut.

Dengan menggunakan fitur ini yang terletak di posisi paling bawah dari browser Anda. Sedangkan pada versi aplikasi YouTube di mobile, fitur ini berada di Settings, kemudian pilih General dan temukan restricted mode.

 

3. Aktifkan Parental Controls

Bila Anda memiliki ponsel Android, sebaiknya Anda dapat memaksimalkan fitur untuk mencegah anak mengakses konten negatif di Google Play. Dengan mengaktifkan fitur Parental Controls di Settings Google Play, maka pengguna bisa membatasi konten yang bisa diunduh sesuai tingkatan usia anak.

 

4. Awasi Anak saat berponsel dengan memberikan penyuluhan

Cara paling efektif untuk mencegah konten negatif terpapar pada anak, maka orangtua bisa menemani dan mengawasi anak saat menonton tayangan video yang disaksikannya. Bila anak suka dengan konten tertentu khusus anak-anak, maka mintalah anak untuk melakukan subscribe video tersebut.

Sumber: Jawa Pos dan berbagai sumber