pulsa-logo

Liga Premier Akan Gunakan VAR?


Kurdi

Jum'at, 07 September 2018 • 15:56

Teknologi VAR,Liga Premier Akan Gunakan VAR


Source image: The ConversationSource image: The Conversation

Dalam dunia sepak bola, sejumlah keputusan kontroversial yang dikeluarkan Sang Pengadil di atas lapangan hijau kerap mengganggu jalannya pertandingan dan menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai sportivitas. Beberapa teknologi kemudian diciptakan untuk mengurangi eror yang sangat manusiawi tersebut, di antaranya adalah teknologi garis gawang (Goal-Line Technology) dan yang terakhir adalah Virtual Assistant Referee atau VAR. Keduanya sempat ditentang, baik oleh penggemar, pengamat hingga sejumlah Federasi Sepak Bola Negara-Negara anggota FIFA.

Lalu di memori kita masih segar terbersit kejadian-kejadian menarik di Piala Dunia 2018 yang berlangsung Juni-Juli kemarin. Meskipun bukan kompetisi pertama yang menerapkan teknologi VAR, seluruh penggemar di segala penjuru dunia dapat menyaksikan bagaimana teknologi ini bekerja.  Ada respon positif dan tentu saja negatif. Bahkan tidak jarang yang membuatnya jadi lelucon fenomenal selama penyelenggaraan ajang bergengsi tersebut.

Belakangan, Premier League yang disebut-sebut sebagai liga sepak bola terbaik di dunia sudah melakukan uji coba Video Assistant Referee (VAR). Tepatnya pada sejumlah laga Piala FA awal 2018  lalu hingga Final Piala Liga. Sepeti halnya yang terjadi di Piala Dunia 2018, sejumlah  respon negatif dan kritik  pun dituai. Hingga puncaknya sejumlah klub peserta Liga Premier kompak menolak penggunaan teknologi ini pada Liga Premier musim 2018-2019.

Rencana penyelenggara untuk menerapkan VAR di Liga Premier bisa dibilang telat. Sebelumnya Serie A (Italia), La Liga (Spanyol) dan Bundesliga (Jerman) sudah lebih dulu menggunakannya pada musim lalu.

Meski sudah ditolak oleh peserta Premier League, CEO Premier League, Richard Scudamore, menjelaskan bahwa teknologi tersebut akan diterapkan di Premier League cepat atau lambat.

“Penggunaan VAR tidak terhindarkan, kami akan sangat tertinggal jika tidak menggunakan teknologi tersebut,” ungkap Scudamore.

Sebagian besar peserta Premier League menolak karena alasan efektivitas waktu dalam penggunaan VAR. Sementara itu dari pihak wasit, Mark Clatternburg memberikan komentar bahwa semua itu dapat diatasi dengan peningkatan kualitas wasit.


"Liga Primer membutuhkan wasit yang berkualitas di lapangan dan di luar lapangan untuk Mengontrol VAR. Dengan itu mereka akan mendapatkan lebih banyak pengalaman berharga", katanya.

Musim lalu, sempat terjadi “salah keputusan” dalam penyelenggaraan Premier League. Sejumlah kasus, seperti keputusan gol dan pelanggaran hand ball di kotak penalti sempat terjadi tanpa terdeteksi. (krd\as)