pulsa-logo

Ini Beda Anak Jaman Old dan Jaman Now Saat Akses Internet


Arief Burhanuddin

Senin, 10 September 2018 • 09:41

wsdom wealth, permata bank, baby boomers, generasi x, generasi y, generasi z, generasi milenial


 

Perubahan dari era analog ke digital, disertai penetrasi internet yang kian masif mau tak mau ikut merubah perilaku di masyarakat. Perubahan setidaknya dapat dilihat dari perilaku kita dalam berinternet seperti cara kita dalam mengakses informasi, cara berinteraksi, penggunaan smartphone, serta berapa banyak konsumsi internet. Di sisi lain, ada empat generasi dengan karekter berinternet yang berbeda pula. 

 

Di sela-sela event Wisdom Health yang diselenggarakan oleh Permata Bank, Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia memaparkan tentang bagaimana ciri-ciri perilaku masyarakat di era digital saat ini. 

 

“Konsumen jaman sekarang dan dahulu sebenarnya memiliki keinginan yang sama setidaknya terhadap dua hal. Yang pertama adalah keinginan untuk tetap eksis. Jika kita lihat, konsumen jaman dulu dan jaman sekarang sama saja ingin tampil dan terlihat. Bedanya, dulu orang tampil eksis dengan cara dilukis atau difoto secara analog. Jaman sekarang jika orang ingin eksis, saat itu juga bisa langsung difoto menggunakan kamera ponsel dan diupload ke sosial media. Yang membedakan di antara keduanya adalah karena jaman sekarang semua bisa dilakukan lebih cepat.

 


Yang kedua adalah soal cara mengkonsumsi informasi secara on the go. Di kedua era, jaman now dan jaman old, kebutuhan untuk mengakses informasi secara on the go tetap sama, namun medianya berubah. Jika dulu orang di kereta membaca suratkabar, kini mereka membaca berita dari ponsel.

 

Agus kemudian menjabarkan perbedaan perilaku dalam berinternet  dari 4 generasi. 

 

1. Generasi baby boomers

Generasi baby boomers adalah mereka yang lahir antara tahun 1946 hinggga 1964. Jika dihitung, usia mereka yang masuk dalam kategori ini berkisar antara 54 hingga 72 tahun.

Dilihat dari cara mereka mengakses informasi, paling dominan adalah melalui media televisi yaitu sebesar 95%. 32%nya memilih untuk mendengarkan radio, 7% masih membaca media cetak, 4% sudah mengkonsumsi TV berbayar. Yang menarik, 9% dari mereka telah menggunakan internet. Angka ini bahkan naik 76% dibanding tahun 2014.

 

2. Generasi X

Generasi X dihuni oleh mereka yang saat ini berusia antara 53 hingga 38 tahun. Mereka ini rata-rata lahir antara tahun 1965 hingga 1980-an. 33% dari populasi Generasi X ini telah mengakses internet, naik 74% dibanding periode tahun 2014. Sementara 97% dari mereka masih setia menonton televisi. Selebihnya, 37% dari mereka sering mendengarkan radio, 10 % berlangganan TV kabel, dan 11% masih membaca media cetak.

 

3. Generasi Y/ Milenial

Generasi milenial lahir di periode tahun 1980 hingga 1990. Ditilik dari sisi umur, mereka saat ini berusia antara 38 hingga 28 tahun. Menurut paparang dari Nielsen, 98% dari mereka masih mengakses nformasi melalui televisi, sedangkan 58% populasi generasi ini sudah memilih untuk mencari informasi melalui internet. Angka ini naik 49% dibanding tahun 2014. Selebihnya, 35% mendengarkan radio, 9 persen masih membaca media cetak, dan 9% lagi berlangganan tv kabel.

 

4. Generasi Z

Generasi Z merupakan golongan generasi termuda dibanding generasi-generasi sebelumnya (baby boomers, X, dan Y). Generasi ini lahir di awal tahun 2000-an. Sepauh dari populasi mereka (50%) sudah terbiasa berselancar di dunia internet dan angka ini meningkat 31% dibanding periode tahun 2014. Meski demikian, 97 persen dari mereka masih menonton TV dan 33% masih mendengarkan radio. Selebihnya hanya 4% dari mereka yang masih membaca media cetak dan 7% masih berlangganan TV kabel. 

Menurut Agus dari Nielsen, generasi Z dan baby boomers ini merupakan generasi yang sebelumnya suka melakukan outdoor activity. Kegiatan mereka di internet saat ini adalah untuk melengkapi perilaku mereka yang lama. Sebagai contoh, jika dulu mereka suka main sepakbola di luar, sekarang lebih suka main game di konsol. Demikian juga jika dahulu mereka sering berkumpul dengan tean-teman secara langsung, saat ini mereka bisa melakukannya melalui media sosial.

 

Cara Pandang Tiap-Tiap Generasi terhadap Internet

 

 

Wealth Wisdom sendiri merupakan ajang tahunan yang diprakarsai oleh Permata Bank yang digelar tanggal 5-6 September. Di gelaran ke-limanya tahun ini, mereka menampilkan 36 rangkaian kelas dengan lebih 60 pembicara yang berkompeten di bidangnya, 12 workshop, serta adanya 3 grand expo yang telah siap memberikan sebuah pengetahuan dan inspirasi baru mengenai bagaimana menghadapi teknologi digital secara bijak.

 

Melalui ajang ini, Permata Bank mencoba memberikan edukasi ddan mengajak masyarakat untuk melihat sebuah perubahan mendasar yang ada dalam keseharian khususnya masyarakat urban, Teknologi digital berhasil merubah kebiasaan yang tadinya konvensional menjadi lebih modern. Wealth Wisdom 2018 kali ini mengusung tema "Mind, Body, Soul, + Tech".