pulsa-logo

Begini Hebatnya Chip Apple A12 Bionic yang Diusung iPhone XS Series


Nariswari

Kamis, 13 September 2018 • 18:54

Apple,A12 Bionic


Ilustrasi, Image: via GSMarenaIlustrasi, Image: via GSMarena

Tidak hanya merilis iPhone XS Series, di kesempatan yang sama Apple juga memperkenalkan prosesor terbaru yang dibangun dengan teknologi 7-nanometer bernama A12 Bionic.

Prosesor besutan Apple ini dinilai sangat istimewa, di mana selain tercipta sebagai chip 7nm pertama, di chip ini juga tersemat iterasi baru dari ‘Neural Engine’.  Dukungan Neural Engine ini sangat penting untuk menangani tugas-tugas yang terkait dengan mesin pembelajaran (learning engine), seperti FaceID dan animoji.

Apple menyebut bahwa ini adalah chip 7 nanometer pertama di dunia. Hal ini merujuk betapa kecilnya ukuran chipset yang digunakan untuk ponsel baru Apple. Sebelumnya, chip yang digunakan untuk ponsel Apple generasi sebelumnya masih menggunakan teknologi 10 nanometer. Lantara inilah Apple berani sesumbar bahwa iPhone generasi terbaru adalah yang paling cerdas dan berperforma tinggi saat ini.

Mendahului Apple, sebenarnya Huawei juga sudah mengumumkan chip 7 nanometer miliknya, yang dinamakan Kirin 980. Namun chip itu memang belum dikapalkan hingga jadwal pengiriman yang jatuh pada bulan Oktober 2018.

Prosesor A12 Bionic, memiliki CPU enam inti, masing-masing terdiri dari dua inti berperforma tinggi dan empat lainnya adalah inti dengan performa lebih rendah untuk menghemat baterai ponsel.  Terdapat pula empat inti GPU yang 2 kali lebih cepat dari chipset A11 yang digunakan pada iPhone X. Apple juga memperbarui Neural Engine, chip AI yang dibenamkan di chipset A12 Bionic ini.

Tahun lalu, Apple membenamkan dua Neural Engine ke dalam A11. Untuk A12, Apple membenamkan delapan inti chip AI sekaligus.

Neural Engine merupakan sebuah unit 8-core yang mampu menyediakan dukungan "multiprecision" dan "sistem komputasi yang sangat pintar". Demikian seperti dikatakan juru bicara Apple selama konferensi persnya. Bila ada di A11 hanya bisa menangani hingga 600 miliar operasi per detik, chipset A12 Bionic mampu menangani 5 triliun operasi per detik.


Inti dari chip ini adalah CPU enam inti dengan dua core kinerja yang 15% lebih cepat daripada A11 sambil mengkonsumsi daya 40%  lebih sedikit. Empat "efisiensi" inti, menangani tugas dengan intensitas lebih rendah, tentunya  akan mengkonsumsi energi 50% lebih sedikit.

Ada peningkatan luar biasa juga atas kinerja chipset AI ini. Tahun lalu, satu chip AI bisa mengerjakan hingga 600 miliar operasi per detik. Neural Engine baru bisa menangani 500 triliun operasi per detik. Ini berarti peningkatan kinerjanya naik lebih dari 800%.

Lantas apa arti dari semua presentase ini? Satu hal yang pasti, kerja aplikasi yang jauh lebih gegas. Dengan chipset chipset A12 Bionic super cepat ini, diperkirakan ponsel Apple generasi terbaru bakal memiliki memiliki performa yang sangat mengagumkan dan penggunaan chipset A12 Bionic dapat dimanfaatkan untuk menjalankan aplikasi yang menggunakan framework machine learning yang dikembangkan Apple, Core ML, dan lainnya.

Tak hanya itu. Hebatnya lagi, chipset A12 Bionic bisa menjalankan aplikasi-aplikasi ini sembilan kali lebih cepat dari chipset Apple generasi sebelumnya yang dirilis tahun lalu. (Naris/Ozi)

(Sumber)