pulsa-logo

Ini Alasan Kenapa Huawei Tak Mau Jual Chipset Kirin ke Merek Lain


Nariswari

Kamis, 27 September 2018 • 10:08

huawei,chipset,kirin,hisilicon,hisilicon kirin,kirin 980,kirin 659


courtesy: Gizchinacourtesy: Gizchina

Selama ini, Kirin telah menjadi processor  smartphone pertama yang diproduksi oleh  perusahaan  yang berbasis  di China dan processor ini dijalankan di jajaran smartphone yang dibuat oleh merek ternama Huawei.

Perlu Anda ketahui,  Huawei menempati peringkat ketiga di dunia sebagai produsen smartphone terbesar di pasar global. Jadi masuk akal jika  komponen chipset  Kirin-nya tersebut  bersaing sangat ketat dengan  processor besutan Samsung yakni  Exynos , processor  Snapdragon besutan  Qualcomm, dan line-up chipset  Helio garapan MediaTek.

Semenjak  chipset Kirin  model pertama diuji dan masuk ke produksi massal  pada tahun 2009, hingga kini chipset Kirin  telah menjadi  “produk kebanggan” dan semacam perwakilan dari SoC mobile  besutan perusahaan China. Dan hauwei menunjukkan keseriusannya dalam penggarapan chipset Kirin melalui investasi besar  di R&D dan fokus pada penelitian teknis selama  bertahun-tahun.

Namun menariknya, Huawei  berulang kali mengatakan bahwa  processor andalan mereka tersebut  tidak akan pernah  dijual ke perusahaan non-Huawei. Kira-kira apa ya, alasan Huawei bersikeras bahwa Kirin hanya eksklusif dipasok dan dijalankan di jajaran smartphone Huawei saja?

Pada Konferensi Analis Global Huawei pada bulan April tahun ini, Wakil Ketua Huawei Investment & Holding Huawei  Co, Xu Zhiju, seperti dilansir Gizchina  mengatakan bahwa dia tidak akan memposisikan chip Kirin sebagai bisnis yang menghasilkan pendapatan strategis bagi Huawei.  Adapun chipset Kirin  dibuat untuk mewujudkan pembeda pada perangkat keras Huawei. Namun sama sekali  tidak ada rencana ke depan  untuk menghasilkan  pundi-pundi uang dari penjualan  chipset Kirin untuk dipasok ke perusahaan non-Huawei.

Di masa depan, smartphone Huawei akan terus mengadopsi strategi operasi multi-chip dari Kirin, Qualcomm, dan MediaTek untuk memastikan perkembangan bisnis smartphone yang sehat.

Baru-baru ini, Brody Ji (Direktur Produk Senior, Grup Bisnis Konsumen Huawei)  seperti dikutip Gizchina secara terbuka menjelaskan bahwa  untuk Huawei, Kirin bukanlah bisnis, melainkan produk atau teknologi yang bertindak untuk menampilkan keunggulan dari perangkat Huawei  dan secara  kompetitif  bisa bersaing dengan smartphone kompetitor.


Sekedar untuk mengingatkan Anda, selama bertahun-tahun Huawei telah berinvestasi dalam pengembangan teknologi processor Kirin. Dan berikut ini adalah jajaran line-up chipset Kirin:

Kirin 910: 28nm, chip SoC quad-core pertama di dunia, menyamai prosesor yang mendukung  GPU Mali 450MP4.

Kirin 920: 28nm, chip SoC octa-core pertama di dunia dan yang pertama mendukung LTE Cat.6.

Kirin 930: chip SOC okta-bit 28nm, 64-bit, mendukung SIM dari fungsi 'sky pass'.

Kirin 950: Chip 16nm pertama yang menggunakan arsitektur inti A72 dan GPU Mali T880, dan dukungan  teknologi SIP yang dikembangkan oleh Huawei  sendiri untuk meningkatkan fitur  kamera.

Kirin 960: chip 16nm yang pertama kali menggunakan A73 secara komersial serta Mali-G71, UFS2.1, dan mesin keamanan built-in INSE.

Kirin 970: chip 10nm yang merupakan platform komputasi seluler kecerdasan buatan pertama Huawei, menggunakan arsitektur komputasi seluler HiAI.

Kirin 980: Chip 7nm pertama di dunia dengan NPU dual-core. (*)

Sumber: Gizchina