pulsa-logo

Keluarga Huawei Mate 20 Resmi Hadir dengan Banyak Kejutan


Ahmad S.

Rabu, 17 Oktober 2018 • 00:21

huawei,mate,mate 2o,mate 20x,flagship,triple kamera,harga huawei mate 20,mate 20 pro


Jajaran ponsel flagship Huawei malam ini mendapat keluarga baru. Membawa sejumlah perbaikan di sisi dapur pacu, fitur kecerdasan buatan yang lebih pintar, sensor yang lebih lengkap dan juga kualitas hasil foto yang menjanjikan, produk ini kemudian dibalut dengan desain kekinian serta teknologi pendukung nan menggiurkan.

Diluncurkan secara resmi di London, Inggris, keluarga Huawei Mate 20 mendapat 4 varian berbeda. Yakni varian dasar Huawei Mate 20, lalu ada produk yang lebih advance Huawei Mate 20 Pro, kemudian ada Huawei Mate 20 RS dan terakhir ada Huawei Mate 20 X. Keempatnya memiliki sejumlah perbedaan yang cukup signifikan, dan mengisi celah-celah berbeda sesuai dengan gaya hidup para penggunanya.

Tiga Kamera Utama

Hal Pertama yang akan disadari oleh semua orang adalah desain kamera utama kedua ponsel ini yang unik. Membawa tiga kamera dan satu lampu flash yang tersusun 2x2 dan membentuk bidang bujur sangkar di bagian belakang, membuatnya berbeda dari ponsel-ponsel flagship yang sudah rilis di pasaran.

 

Baik Mate 20 maupun Mate 20 Pro masing-masing membawa satu lensa kamera Wide angle (alias lensa normal), Superwide angle dan lensa telephoto yang bisa melakukan zooming optical 3x. Formasi tiga kamera ini membuatnya seakan-akan melengkapi formasi kamera yang sudah diadopsi oleh flagship dari vendor lain. Seperti menggabungkan lensa iPhone dan LG ke dalam satu formasi yang lebih lengkap.


Perbedaan antara kamera utama Mate 20 dan Mate 20 Pro terletak pada besaran resolusi di lensa wide angle dan super wide angle. Dimana ketika Mate 20 Pro membawa resolusi 40 MP untuk kamera wide angle, maka Mate 20 hanya 16 MP. Juga ketika Mate 20 Pro membawa resolusi 20 MP di kamera super wide angle, maka Mate 20 hanya berbekal resolusi 12 MP. Dan seperti biasa, pengembangan sensor kamera ini didukung oleh teknologi Leica.

Sejumlah karakteristik kamera Huawei yang ramah dengan kondisi low light tetap hadir, ditambah kemampuan menghasilkan gambar dengan sudut sangat lebar akan mempermudah kita menangkap keseluruhan obyek yang besar dari jarak relatif lebih dekat. 

Perbedaan Notch, Kamera Depan dan Display

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro sebenarnya memiliki ukuran yang relatif sama. Keduanya ramping dan mudah digenggam. Hanya saja ada perbedaan ukuran layar, dikarenakan jenis display yang digunakan serta kehadiran sensor pada bagian notch di salah satu varian.

Huawei Mate 20 Pro menggunakan jenis display OLED yang memiliki nilai kontras jauh lebih tinggi dari LED (RGBW) milik Mate 20. Ukuran layar Mate 20 Pro adalah 6,39 inci dengan resolusi 2K+ atau setara 3120 x 1440 pixel. Sementara Huawei Mate 20 memiliki layar berukuran 6.53 inci dengan resolusi FHD+ atau setara 2244 x 1080 pixel. 

Lalu Anda bisa melihat notch keduanya sangat berbeda. Dimana notch Mate 20 terlihat mungkil dan hanya mengakomodasi satu lensa kamera saja, sementara notch milik Mate 20 Pro memuat tidak hanya 1 lensa kamera 24 MP RGB saja, melainkan sejumlah sensor lain, diantaranya adalah DOT projector, kamera IR, Ambient Light Sensor, Flood iluminator, dan sensor proximity. Semuanya berperan penting dalam upaya scanning 3D secara realtime, mirip-mirip kamera depan iPhone X dan Xs.

Dengan Huawei Mate 20 Pro, kita bisa memindai sejumlah obyek 3D lalu menyulapnya menjadi karakter Augmented Reality. Perpaduan antara sensor 3D pada kamera depan dan sensor skeletal yang merupakan salah satu fitur baru Kirin 980 mampu menyulap hasil pindai obyek tadi ke dalam sebuah karakter dengan titik-titik persendian dan gerakan ekstremitas yang masuk akal.

EMUI 9 dan Pengalaman Berbagi yang Instan

Perangkat yang masuk dalam seri Huawei Mate 20 ini akan langsung dibekali oleh EMUI 9 yang berbasis Android 9 Pie. Dengan demikian Mate 20 sekeluarga merupakan perangkat first wave atau gelombang pertama Android Pie.

Kita akan menemukan perpaduan sejumlah fitur lawas dan baru di sini. Yang kebanyakan berkonsentrasi pada kemudahan kita untuk berbagi dengan perangkat lain, termasuk komputer dan printer.

Kirin 980 Menjadi Pembeda

Tapi keempatnya juga memiliki persamaan. Salah satunya adalah kinerja cerdas dari chipset anyar Kirin 980. SoC yang baru saja diperkenalkan dalam ajang IFA 2018 ini menjadi “biang kerok” yang membedakan ponsel ini dengan flagship-flagship sebelumnya. 

Sempat dianugerahi sejumlah penghargaan dalam ajang IFA di tahun yang sama, Kirin dipercaya sebagai tonggak sejarah baru dalam industri semikonduktor. Kirin 980 merupakan SoC mobile pertama yang membawa ukuran 7nm. Ukuran transistor segini merupakan ukuran terkecil untuk prosesor mobile. Dan dengan demikian, vendor SoC bisa menempatkan lebih banyak transistor untuk kepentingan yang lebih banyak dalam bongkah SoC yang relatif berukuran sama.

Dengan kata lain, Kirin 980 memuat lebih banyak fitur ketimbang SoC mobile lain yang rata-rata masih membawa transistor berukuran 11/10nm. Tidak heran jika Hi-Silicon selaku vendor SoC ini menempatkan lebih banyak chipset untuk kepentingan Artificial Inteligent (kecerdasan buatan), imaging dan lain sebagainya, hingga berpengaruh pada fitur-fitur yang dimiliki oleh produk yang menyematkannya. Termasuk Huawei Mate 20 ini.

Berbagi Daya dengan Wireless Reverse Charge

Salah satu fitur unggulan dari Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro adalah daya tahan baterai. Keduanya membawa baterai berkapasitas besar. 4200 mAh untuk Mate 20 pro dan 4000 mAh untuk Mate 20. Lalu keduanya mendukung pengisian cepat alias fast charging. Dan tentu saja wireless charging dengan daya 15 W. 

Menariknya, khusus untuk Mate 20 Pro, selain mendukung wireless charging, ponsel ini juga bisa digunakan untuk mengisi daya ponsel lain yang mendukung cara pengisian daya yang sama. Semisal nih, mengisi daya iPhone 8, X dan Xs hanya dengan menempelkan punggung ponsel ke punggung Huawei Mate 20 Pro. 

Varian Lux dan Tablet Powerful

Flagship anyar Huawei ini juga tersedia dalam varian luxury. Bekerja sama dengan Porsche Design, mereka memperkenalkan Huawei Mate 20 RS. Merupakan varian Huawei Mate 20 Pro yang dibalut dengan kulit asli, namun tetap mempertahankan kenyamanan dalam penggunaan, termasuk performa yang kencang,

Produk ini tersedia dalam dua varian, yakni RAM 8GB/ Internal 256 GB dan RAM 8GB/ Internal 512 GB.

Selanjutnya ada kejutan menarik. Huawei Mate 20 juga dibuat dalam varian dengan layar lebar, yakni 7,2 inci. Berbentuk layaknya Mate 20 lain, hanya saja lebih besar, produk ini juga dilengkapi dengan M-Pen, sebuah metode akses layar yang menjadi ciri khas sebuah produk kantoran, layaknya tablet atau ponsel varian Note dari vendor Samsung.

Tapi bukan hanya kelas produk kantoran yang disasar oleh perangkat yang disebut Huawei Mate 20 X ini. Ponsel layar lebar eh tablet ini juga menawarkan pengalaman nge-game yang tak kalah seru dengan perangkat game portable besutan Nintendo- Switch. Memberikan opsi berupa aksesoris gaming yang ditempelkan pada bagian kiri, Mate 20 X juga memperkenalkan sistem pendingin yang baru demi kinerja dan durabilitas yang mumpuni.

Masih didukung oleh SoC Kirin 980, Mate 20X juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas tinggi 5000 mAh, tentu saja dengan teknologi fast charging demi kenyamanan Anda.

Harga dan Ketersediaan

Huawei Mate 20 akan tersedia mulai tanggal 16 Oktober 2018 di London dalam dua varian. Varian 4GB+128GB dijual dengan harga 799 Euro atau sekitar 14 juta Rupiah dengan kurs saat tulisan ini dibuat, sementara varian lainnya yakni 6GB+128GB dijual mulai di harga 849 Euro, perlu dikonversi ga nih? Hehe alias sekitar 15 juta Rupiah.

Huawei Mate 20 Pro juga sudah tersedia per 16 Oktober 2018 di London dengan satu varian saja, yakni 6GB+128GB dengan harga 1049 Euro atau sekitar 18,5 juta Rupiah.

Huawei Mate 20 RS, dijual dengan harga 1695 Euro untuk varian 8GB+256GB dan 2095 Euro untuk varian 8GB+512GB. Itu, kalau dirupiahkan bisa mencapai angka 29,8 juta Rupiah dan 36,8 Juta Rupiah.

Sementara untuk Huawei Mate 20 X varian 6GB+128GB dijual seharga 899 Euro atau sekitar 15,8 juta Rupiah. Perlu diingat bahwa konversi di sini hanya sebagai gambaran, kalau-kalau Anda berniat membelinya langsung ke London, dan tidak menjadi patokan untuk harganya ketika rilis di Indonesia.

Lalu apakah akan dirilis di Indonesia? Tidak ada pernyatan resmi dari Huawei Indonesia mengenai hal ini. Tapi melihat antusias peserta acara nonton bareng prosesi launching Huawei Mate 20 di headquarter Huawei Indonesia, Selasa Malam kemarin sih, kita boleh menjaga asa itu tetap di tempatnya, tanpa harus terlalu melambung tinggi. Bias ya bahasanya. Semoga kalau nanti hadir di Indonesia, PULSA bisa mereviewnya untuk Anda.