pulsa-logo

Miris, Perakit Apple Watch Dituduh Pekerjakan Pelajar dan Dipaksa Lembur


Nariswari

Selasa, 30 Oktober 2018 • 12:23

apple,watch,watch 4,apple watch,jam pintar


PhonearenaPhonearena

Apple Watch Series 4 adalah salah satu produk paling laris yang dirilis  di 2018, dan popularitasnya “memaksa” Apple dan perusahaan yang dikontrak oleh Apple untuk menggeber perakitan Apple Watch Series 4  demi memenuhi  kuota permintaan pasar.

Sayangnya, sebuah laporan dari Financial Times (via Phonearena) menyebutkan bahwa Quanta Computer, perusahaan yang ditugasi memproduksi Apple Watch, menggunakan tenaga kerja magang di bawah umur  untuk  bekerja lembur di pabriknya secara ilegal demi mengejar produksi. Informasi tersebut memicu tanggapan dari Apple, memaksa Apple untuk “turun tangan” menyelidiki benar tidaknya  tuduhan tersebut.

Laporan  tersebut  awalnya berasal dari kelompok hak asasi manusia Sacom, yang mewawancarai 28 siswa di pabrik Quanta Computer di China. Para siswa tersebut  dikirim oleh guru mereka untuk magang secara  legal, tetapi sangat terbatas dalam hal apa yang dapat mereka lakukan di pabrik dan dalam kurun waktu tertentu.

Para siswa mengatakan bahwa tugas yang mereka lakukan tidak berbeda dengan pekerja biasa dan mereka harus bekerja lembur dan bahkan dipaksa untuk bekerja pada malam hari. Jelas ini adalah pelanggaran hukum. Karyawan magang  tidak seharusnya bekerja  seperti  pegawai biasa yang terikat dengan jadwal kerja yang melelahkan.  Ironisnya,  para guru tahu hal ini dan justru mereka memperingatkan para murid magang  untuk patuh bekerja. Karena  mereka tidak akan dapat lulus kecuali mereka menyelesaikan pekerjaan magang mereka di Quantan Computer.

Menurut salah satu siswa yang diwawancarai, ada "sekitar 120 siswa" dari sekolahnya yang bekerja di lantai yang sama dengan pabrik Quanta Computer. Menggambarkan pekerjaan mereka di pabrik, para siswa berkata bahwa mereka  mengulangi prosedur yang sama untuk ratusan ribu kali setiap hari, seperti robot. Para siswa dijadwalkan untuk bekerja  dari jam 8 malam hingga 8 pagi, selama  enam hari seminggu.

Apple pun akhirnya memberikan  tanggapa atas tuduhan tersebut. Apple mengatakan;

 “Kami dengan segera akan  menyelidiki laporan bahwa siswa magang yang diperkejakan  pada bulan September bekerja lembur dan shift malam. Kami tidak memiliki toleransi sama sekali terhadap hal ini dan pabrik yang bekerja untuk Apple harus  mematuhi standar kami dan kami memastikan  untuk bertindak cepat dan akan melakukan  pemulihan  jika kami menemukan pelanggaran di rantai pemasok kami.”


Sebenarnya, praktik ini bukan hal baru  bagi pabrikan / manufaktur di China, karena mereka dituntut untuk memenuhi  permintaan yang tidak merata untuk produk-produk tertentu. Produsen seringkali kesulitan menemukan jumlah pekerja yang diperlukan, yang memaksa mereka untuk menggunakan tenaga magang yang tidak diperbolehkan  untuk bekerja malam hari.  

Terkait dengan Quanta Computer, sebenarnya ini bukan pertama kalinya Quanta Computer mendapat tudingan  praktik illegal memperkerjakan tenaga magang. (*)