pulsa-logo

Walk Out Masal, Ini 5 Tuntutan Karyawan Google di Berbagai Negara


PULSA

Kamis, 01 November 2018 • 18:20

google,protes karyawan,karyawan google,googlewalkout


aksi walk out karyawan Google di Singapura, sumber: Twitter/@googlewalkoutaksi walk out karyawan Google di Singapura, sumber: Twitter/@googlewalkout

Karyawan Google melakukan aksi keluar dari kantornya di seluruh dunia untuk mengajukan protes. Salah-satu yang paling menonjol adalah soal penanganan kasus pelecehan seksual di perusahaan tersebut.

Aksi yang disebut sebagai Google Walkout for Real Change seperti dilaporkan oleh The New York Times (via The Verge) diikuti lebih dari 1.500 karyawan yang sebagian besar wanita, dengan perkiraan akan diikuti lebih dari 60 persen kantor Google pada pukul 11:10 saat zona waktu bergulir di seluruh dunia.

“Kami tidak ingin merasa bahwa kami tidak setara atau kami tidak dihargai lagi,” kata Claire Stapleton, manajer pemasaran produk YouTube, seperti dikutip Times (via The Verge). “ Google terkenal karena budayanya. Namun kenyataannya kami bahkan tidak memenuhi dasar-dasar penghormatan, keadilan, dan keadilan bagi setiap orang di sini. ”

Protes ini sudah terjadi di negara-negara Asia, pada jam kerja biasa. Foto aksi walkout dari kantor Google di Tokyo dan Singapura telah diposkan ke akun Twitter dan Instagram resmi penyelenggara. Karyawan Google tersebut menggunakan hashtag #GoogleWalkout.

Para peserta aksi walkout menuntut Google untuk membuat lima perubahan konkrit terhadap kebijakan perusahaannya:

1.    Penghentian abritasi paksa dalam kasus-kasus pelecehan dan diskriminasi.

2.    Komitmen untuk mengakhiri ketidaksetaraan upah dan peluang.


3.    Menuntut laporan transparansi public terhadap (kasus) pelecehan seksual     

4.    Proses yang jelas, seragam, inklusif secara global untuk pelaporan perilaku seksual yang menyimpang secara aman dan anonim.

5.    Mengangkat Chief Diversity Officer untuk menjawab langsung kepada CEO dan membuat rekomendasi langsung kepada dewan direksi. Selain itu, menunjuk perwakilan karyawan ke dewan. (*)

Sumber: The Verge