pulsa-logo

Data Fakta Internet 2018: Ponsel Masih Mendominasi


Arief Burhanuddin

Selasa, 27 November 2018 • 20:31

internet, smartphone, mobile internet


Ilustrasi (http://news.mydosti.com)Ilustrasi (http://news.mydosti.com)

Ramalan akan terjadinya booming pengguna internet dunia kini nyata. Setidaknya hal itu terlihat dari laporan yang disusun oleh Hotsuite dan WeAreSocial bertajuk “The State of The Internet in Q4 2018.”

Ada 3 pernyataan kunci yang bisa kita tarik dari data tersebut yaitu:

  • Terdapat 4,2 milyar pengguna internet di seluruh dunia, meningkat 7 persen dari periode yang sama tahun lalu
  • Hingga September 2018, sekitar 3.4 juta orang menggunakan media sosial, meningkat 10 persen dari periode yang sama tahun lalu
  • Lebih dari 5,1 milyar orang menggunakan ponsel, kebanyakan adalah smartphone

Menghubungkan Masa Depan

68 Juta orang terhubung dengan internet untuk pertama kalinya antar bulan Juli hingga September 2018 yang jika ditranslasikan secara statistik mengalami pertumbuhan hingga  1,5 persen hanya dalam kurun waktu 3 bulan. Angka tersebut kira-kira setara dengan laju pertumbuhan selama tahun lalu yaitu 284 juta pengguna baru telah online sejak September 2017, menyamai pertumbuhan tahun-ke-tahun sekitar tujuh persen.

Data dari GSMA Intelligence menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga penduduk dunia kini memiliki ponsel, dengan sekitar 60 persen dari populasi ini menggunakan smartphone. Akibatnya, tren pertumbuhan seluler sedikit lebih lambat dibandingkan dengan penggunaan internet atau media sosial, tetapi sekitar 100.000 orang mulai menggunakan ponsel setiap hari selama setahun terakhir.


Jumlah total pelanggan seluler pada Oktober 2018 mencapai 8,9 miliar. Ini berarti bahwa pengguna seluler rata-rata masih mempertahankan lebih dari satu nomor ponsel, tetapi jumlah rata-rata langganan per pengguna terus turun saat orang mulai mengkonsolidasikan aktivitas selulernya hanya ke satu perangkat.

Ponsel sebagai Penyumbang lalu lintas Web

Ponsel menyumbang lebih dari setengah dari semua lalu lintas web global. Tetapi yang menarik, pangsa lalu lintas yang berasal dari laptop dan desktop sebenarnya juga meningkat sekitar dua persen selama setahun terakhir.

Lalu lintas web yang berasal dari perangkat lain - termasuk tablet - terus menurun, tetapi ini mungkin disebabkan karena peningkatan volume total lalu lintas berinternet dari ponsel dan laptop, bukan karena orang telah mengurangi penggunaan perangkat semisal tablet.

Terlepas adanya penurunan dalam pangsa seluler dari total lalu lintas web, orang-orang melaporkan bahwa mereka secara signifikan lebih cenderung beralih ke ponsel ketika ingin online. Temuan terbaru dari survei Barometer Konsumen Google menunjukkan bahwa pengguna lima kali lebih mungkin memilih ponsel ketimbang melalui komputer atau tablet saat ingin mengakses internet.

Ada beberapa alasan ketidakseimbangan antara kecenderungan perangkat yang digunakan dan lalu lintas web yang sebenarnya.

Banyak orang masih melakukan aktivitas internet yang berhubungan dengan pekerjaan melalui komputer, dan kegiatan ini kemungkinan menyumbang bagian yang cukup besar dari lalu lintas web secara keseluruhan (mengingat bahwa waktu kerja menyumbang sebagian besar waktu aktif kita).

Kedua, orang sering beralih ke perangkat seluler untuk kebutuhan praktis seperti memeriksa cuaca atau melakukan penelusuran web sederhana. Kegiatan ini tidak mengharuskan orang untuk menjelajah melalui berbagai laman berbeda untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Perbedaan dalam kecepatan koneksi juga dapat memainkan peran yang berarti dalam mempengaruhi perangkat mana yang digunakan orang, dengan koneksi internet tetap rata-rata masih dua kali lebih cepat dibandingkan dengan ponselnya.

Rangking Internet Dunia

Singapura menduduki peringkat pertama untuk kedcepatan koneksi internet melalui jaringan fixed line atau kabel, disusul oleh Islandia dan Hongkong. Sementara untuk internet mobile, posisi pertama diraih oleh Norwegia, diikuti oleh Qatar dan Arab.

Memang, rata-rata kecepatan koneksi seluler global menurun sedikit selama tiga bulan terakhir, sementara kecepatan rata-rata untuk internet fixed line naik lebih dari tiga persen sejak Juli.

Rangking Website Dunia

Alphabet Inc. terus mendominasi peringkat situs web teratas dunia, dengan SimilarWeb dan Alexa menempatkan Google.com dan YouTube.com dalam dua posisi teratas. SimilarWeb bahkan mencatat ada tiga situs Google lokal di peringkat 20 teratas yaitu Brasil, India, dan Inggris.

Ada beberapa perubahan dalam peringkat teratas ini, dan kebangkitan Proyek AMP sangat layak untuk dicatat. Upaya AMP untuk memberikan pengalaman seluler yang lebih cepat kepada penayang tampaknya terbayar, dengan peringkat SimilarWeb AMP menempatkannya dalam 17 situs yang paling sering dikunjungi di internet dalam peringkat bulanan terbaru.

Sementara itu, berbagai situs belanja terus merangsek posisi 20 besar di peringkat situs Alexa, dengan situs e-commerce Cina terbanyak tampil. Data global terbaru perusahaan menunjukkan bahwa Tmall dan Taobao sekarang menarik pengunjung yang jauh lebih banyak daripada Amazon, meskipun data mereka tidak menawarkan wawasan apa pun tentang berapa banyak dari pengunjung ini yang berubah menjadi pelanggan yang membayar, atau berapa banyak yang mereka belanjakan.

Sumber& data : Hotsuite dan WeAreSocial