pulsa-logo

Jualan Lesu, Apple Dilaporkan Kembali Pangkas Produksi iPhone


Nariswari

Rabu, 28 November 2018 • 12:45

iphone,iphone xs,iphone xr,apple,iphone indonesia


Gerai penjualan iPhone di Margo City, foto: PULSAGerai penjualan iPhone di Margo City, foto: PULSA

Beberapa hari yang lalu, Apple mengeluarkan keputusan pahit untuk memangkas order produksi iPhone terbarunya. Hal ini terpaksa mereka lakukan, karena lesunya angka penjualan iPhone di pasar global. Langkah Apple ini, tentu memiliki dampak besar untuk semua pemasoknya, dan menimbulkan beberapa kerugian yang tidak sedikit  yang dihadapi, dan tentunya PHK massal  karyawan di rantai pemasoknya.

Apple dikabarkan telah memangkas pesanan/order produksi iPhone untuk kedua kalinya berturut-turut dalam sebulan ini. Kabar ter terbaru menyebutkan bahwa karena penjualan iPhone XS dan iPhone XR yang sangat lemah, jauh  lebih lemah dari yang ditargetkan oleh Apple sebelumnya.

Oleh karena itu, Apple terpaksa memangkas pesanan produksinya dari pemasok komponen hampir 25%. Berdasarkan informasi terbaru dari Digitimes menyebutkan bahwa Apple lagi-lagi telah membuat keputusan untuk memangkas order pesanan, dan ini akan mengarah dan memancing reaksi buruk dari pihak rantai pasokan Apple.

Largan Precision, perusahaan yang selama ini  memasok komponen lensa kamera untuk  iPhone generasi terbaru, mengatakan bahwa pendapatan mereka dari bulan Oktober hingga November mulai “terjun bebas”. Pemasok lain yakni Career Technology , yang memproduksi PCB fleksibel untuk iPhone, baru-baru ini terpaksa mem-PHK  110 pekerja, gara-gara Apple memangkas order pasokan komponen dari perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, kabarnya salah satu perusahaan perakit iPhone ada yang dalam waktu dekat akan mengurangi tenaga kerjanya dan memangkas biaya lain untuk mengatasi pengurangan pesanan secara besar-besaran yang dilakukan oleh Apple tersebut.

Dimulai dengan laporan akhir kuartal terakhir, Apple tidak lagi mau melaporkan jumlah penjualan iPhone-nya. Ini bisa menjadi indikasi yang sangat buruk karena anjloknya penjualan iPhone generasi terbaru, yang sangat jauh dari ekspektasi awal. Beberapa pihak bahkan mengatakan bahwa penjualan iPhone mungkin melewati puncak popularitasnya, dan kini tinggal mengalami masa jenuh dan penurunan.

Namun, terlepas dari semua ini, tampaknya Apple mulai fokus pada strategi penjualan unit iPhone yang diproduksi lebih sedikit tetapi mendatangkan pendapatan yang lebih tinggi per perangkat. (*)


Sumber: 91Mobiles