pulsa-logo

Ragam Navigasi Pada Smartphone


Aldrin Symu

Rabu, 28 November 2018 • 14:20


foto: tidelines.org

Smartphone terkini pastilah sudah dilengkapi dengan sistem navigasi satelit. Ketika berbicara sistem navigasi pada ponsel, banyak yang mengira bahwa sistem navigasi satelit pastilah GPS (Global Positioning System). Padahal tidak. GPS memang merupakan sistem navigasi satelit, namun sistem navigasi tidak selalu GPS. Jaringan satelit GPS adalah sistem satelit Amerika dan bukan merupakan sistem navigasi tunggal. meskipun tidak dipungkiri, GPS merupakan navigasi yang paling banyak digunakan, karena sistem navigasi ini yang pertama ada. Untuk itu, kali ini akan dibahas ragam navigasi pada smartphone.

Sistem Navigasi Satelit

Perangkat portable baik GPS portable, radar kapal sampai smartphone dapat menerima koordinat dari pancaran beberapa satelit. Semua perangkat navigasi, baik itu GPS portable hingga smartphone dapat menerima sinyal satelit karena dilengkapi receiver sinyal satelit. Pada dasarnya sistem navigasi bertujuan agar pengguna dapat menemukan lokasi mereka pada peta. Karenanya, sistem navigasi merupakan infrastruktur yang digunakan oleh seluruh dunia. 

Sistem navigasi satelit disebut juga sebagai ‘konstelasi’ atau rangkaian dari beberapa satelit navigasi. Sistem satelit navigasi ini didukung banyak satelit di atas sana (orbit) dan tidak hanya terdiri dari 1,2 atau 3 satelit. Satu sistem konstelasi satelit yang sudah lengkap akan terkoordinasi dari 24 sampai 30 satelit. Semua satelit tersebut memancarkan sinyal ke bumi untuk diterima peralatan seperti smartphone, alat navigasi dan lainnya. Satelit navigasi terus mengelilingi orbit bumi sesuai posisi urutannya. Saat ini terdapat 4 sistem satelit navigasi yang dimiliki dunia yaitu GPS, GLONASS, BEIDOU dan GALILEO. 

1. GPS Global Positioning System

GPS merupakan sistem satelit navigasi pertama, paling lengkap, terus diperbarui dan milik Amerika Serikat. GPS digunakan di semua perangkat navigasi sebagai signal utama. Awalnya dirancang untuk militer dan terakhir dibuka untuk publik sejak akhir 2000. Versi komersil memiliki tingkat presisi sampai centimeter. 


Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima di seluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.

Nama lengkap GPS adalah NAVSTAR GPS (Navigational satellite Timing and Ranging Global Positioning System), namun lebih sering dikenal sebagai GPS. GPS mulai diaktifkan untuk umum pada 17 Juli 1995. Amerika Serikat merupakan negara pencetus dan pemrakarsa GPS. Pada dasarnya, bentuk sistem teknologi GPS sama dengan sistem navigasi radio pangkalan pusat, seperti LORAN dan Decca Navigator yang dikembangkan pada tahun 1940-an dan digunakan selama Perang Dunia II. 

foto: spaceplace.nasa.gov

2. GLONASS

GLONASS (Global Navigation Satellite System) adalah sistem navigasi satelit yang dioperasikan oleh Angkatan Pertahanan Luar Angkasa Rusia. GLONASS merupakan satu-satunya alternatif sistem navigasi dengan jangkauan global selain GPS. Pembangunan GLONASS dimulai oleh Uni Soviet pada 1976. Saat ini kelompok orbit GLONASS terdiri dari 27 satelit yang terdiri dari 24 satelit untuk memastikan navigasi global dan tiga sisanya adalah cadangan atau untuk melakukan tes peralatan eksperimen. 

Sejauh ini ada 14 stasiun monitor di Rusia, satu di Brasil dan satu di benua Antartika, di stasiun Bellingshausen Rusia. Stasiun GLONASS lainnya diharapkan akan dibangun dalam waktu dekat: delapan di Rusia, dua di Brazil, satu di Australia, Kuba, Indonesia, Spanyol, Vietnam dan stasiun tambahan di Antartika. 

foto: imgur.com

Pada dasarnya sistem navigasi Rusia dan Amerika Serikat sama, bertujuan agar pengguna dapat menemukan lokasi mereka pada peta. Namun, situasinya berbeda jika alat yang digunakan dapat menerima dan memproses sinyal dari kedua sistem. Pengguna bisa merasakan manfaat signifikan dalam hal kecepatan pemrosesan koordinat dan akurasinya. Untuk kondisi ‘standar’ kota, bisa terjadi peningkatan dari 60-70 persen hingga titik maksimum yakni 100 persen. Di Rusia sistem navigasi ganda GLONASS/GPS diterima sebagai standar negara. 

Akurasi GLONASS saat ini setara dengan GPS. Jika sebuah receiver GPS secara teoritis dapat memperbaiki posisi sebuah lokasi yang terekspos tidak lebih dari 3-4 meter, GLONASS bisa mencapai 7-10 meter. Perbedaan teoritis ini pada praktiknya tidak penting. Pertama, tidak ada alat navigasi yang hanya mendukung sistem GLONASS. Semua receiver yang dapat menerima sinyal GLONASS pasti dapat menerima sinyal GPS. Kedua, receiver pengguna biasanya akan menjalankan pemrosesan sinyal tambahan dan merata-ratakan hasilnya. 

3. BEIDOU

Cina mulai menjalankan sendiri sistem satelit penentuan posisi yang mereka sebut Beidou. Beidou sudah digunakan secara umum walau terbatas untuk perangkat di Cina. Sistem Beidou pertama, secara resmi disebut Beidou Navigation Satellite Eksperimental System dan juga dikenal sebagai Beidou-1, terdiri dari 3 satelit dengan cakupan dan aplikasi yang terbatas. Layanan navigasi, terutama untuk pelanggan di Cina dan daerah tetangga, sejak tahun 2000. Generasi kedua dari sistem, secara resmi disebut Beidou Navigation Satellite System (BDS) dan juga dikenal sebagai COMPASS atau Beidou-2, akan menjadi sistem navigasi satelit global yang terdiri dari 35 satelit. Beroperasi di Cina pada bulan Desember 2011 dengan 10 satelit yang digunakan dan mulai menawarkan layanan kepada pelanggan di kawasan Asia-Pasifik pada bulan Desember 2012. Sistem Beidou, dengan 10 satelit saat ini yang mengorbit, meliputi wilayah dari Australia di selatan ke Rusia di utara. Sinyal dapat mencapai wilayah otonom Xinjiang Uygur di barat dan Samudra Pasifik di timur. Beidou direncanakan akan mulai melayani pelanggan global setelah selesai pada tahun 2020.

4. GALILEO

Galileo adalah sistem satelit Eropa dan sudah online sejak Desember 2016. Galileo beroperasi setidaknya menggunakan 18 satelit. Total satelit yang beroperasi baru 14 satelit dan 4 satelit masih dalam tahap test. Diperkirakan Galileo akan menggunakan 30 satelit navigasi. Namun, perangkat komersil baru akan mengunakan sistem Galileo pada tahun 2018. Dengan Galileo, pengguna dapat merasakan jarak akurat sampai 1 meter. Uniknya, versi komersil di enkripsi sampai 1 cm. 

Selain ke 4 sistem navigasi satelit tersebut, sebenarnya masih ada IRNSS milik India. Sayangnya sistem navigasi satelit ini baru meliputi wilayah India dan laut India saja. (ald)

Dikutip dari berbagai sumber