pulsa-logo

Begini Cara Kerja Google Camera Menghasilkan Gambar Bokeh dengan Satu Kamera


PULSA

Jum'at, 30 November 2018 • 19:38

google camera,bokeh,portrait,AI,pixel


Kiri: Gambar HDR + asli. Kanan: Mode Potret menggunakan mesin pembelajaran, sumber: GoogleblogKiri: Gambar HDR + asli. Kanan: Mode Potret menggunakan mesin pembelajaran, sumber: Googleblog

Gimmick dual kamera makin semarak. Kemampuan untuk menghasilkan gambar portait dengan efek bokeh seakan sudah melekat pada fitur dual kamera. Padahal, perangkat Google  Pixel dengan satu lensa kamera pun bisa melakukannya dengan baik. Begitu juga dengan Pixel 3 dan Pixel 3 Xl.

Lalu bagaimana cara kerja kamera Pixel 3 dan Pixel 3 XL memprediksi kedalaman bidang tanpa menggunakan kamera ganda? Dalam posting di blog resminya, Google secara gambling menjelaskan dengan menggunakan mesin pembelajaran.

Pada kedua perangkat Google Pixel generasi ketiga termasuk pernagkat dengan jajaran kamera terbaik saat ini. Namun, banyak yang bertanya-tanya bagaimana mungkin untuk mencapai hasil luar biasa seperti menggunakan satu kamera, bukan dua atau tiga, seperti yang dilakukan oleh para pesaingnya. Meski tanpa kamera kedua, perangkat Google menghasilkan efek bokeh dalam mode potret berkat perangkat lunak.

Tahun lalu Pixel 2 dan Pixel 2 XL menggunakan Phase Detection Autofocus (PDAF), juga dikenal sebagai auto focus dual-pixel, bersama dengan algoritma buatan sendiri. PDAF menangkap dua foto yang sedikit berbeda dari adegan yang sama dan menciptakan efek paralaks untuk efek mendalam. Tetapi itu tidak cukup untuk Google.

Nah, pada Pixel 3, Google telah membuat sejumlah penyesuaian, termasuk perbandingan gambar buram di latar belakang dengan gambar yang lebih fokus secara berbeda. Google kemudian menggunakan AI dan mesin mesin untuk menghitung jumlah piksel di wajah seseorang untuk memperkirakan jarak dari kamera.

Google juga telah mendemonstrasikan menggunakan lima perangkat Pixel 3 untuk mengambil lima foto yang identik tetapi pada sudut yang berbeda sekaligus. Menggunakan WIFI, perusahaan menangkap gambar secara bersamaan (atau sekitar 2 milidetik dari satu sama lain), memungkinkannya untuk membuat lima paralaks yang berbeda, sehingga membantu menciptakan efek kedalaman yang lebih akurat. (*)

Sumber: Google via AndroidPit