pulsa-logo

2019, Vivo Siap Genjot Kapasitas Pabriknya di Indonesia


Fauzi

Senin, 10 Desember 2018 • 20:28

Vivo,target produksi,pabrik vivo,2019


Pabrik Vivo, Image: VivoPabrik Vivo, Image: Vivo

Selama dua tahun berkiprah di pasar Tanah Air, Vivo telah menunjukkan komitmen investasi dengan membangun pabrik independen di Cikupa, Tangerang.

Berdiri sejak Maret 2016, basis produksi Vivo satu-satunya di Asia Tenggara ini pun terus mengalami peningkatan kapasitas baik dalam skala produksi hingga kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja atau jumlah karyawan. Vivo pun akan menambah target jumlah produksi smartphone hingga mencapai lebih dari 800.000 unit perbulannya pada tahun 2019.

Basis produksi Vivo masih difokuskan untuk memenuhi permintaan domestik terhadap seri ponsel vivo, antara lain Vivo V11 Pro, Vivo V11; maupun rangkaian seri Y seperti Y91 dan Y95.

"Seiring dengan ekspansi pasar, kami berterima kasih atas dukungan konsumen sehingga permintaan akan smartphone Vivo semakin meningkat. Komitmen untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia dan menghadirkan rangkaian teknologi serta fitur inovatif menjadi motivasi kami untuk terus memperluas cakupan produksi di Indonesia" tutur Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia.

Pada Agustus 2017, pabrik Vivo Mobile Indonesia telah mengalami perluasan lahan hingga lebih dari dua kali lipat guna meningkatkan kapasitas produksi. Perluasan pabrik yang awalnya hanya satu gedung telah berkembang menjadi tiga gedung, dan pada tahun 2018 menjadi empat gedung. Untuk mendukung target produksi yang lebih tinggi di tahun 2019, vivo berencana melanjutkan ekspansi dengan menambah gedung baru.  

Peningkatan kapasitas dan target produksi di pabrik diikuti dengan penambahan Line Checking di tahun ini, dimana masing-masing line memiliki beberapa person in charge untuk memastikan smartphone vivo telah dirakit dengan benar. Penambahan line baru ini semakin memastikan kualitas dari smartphone yang dihasilkan dari pabrik vivo di Cikupa sesuai dengan standar Vivo Global.

Seiring dengan perluasan area pabrik, Vivo Mobile Indonesia pun berencana untuk terus meningkatkan kontribusi penyerapan SDM lokal. Jika dibandingkan pada pertama kali berdiri, pabrik milik PT Vivo Mobile Indonesia mengalami signifikan dalam hal jumlah karyawan. Dari awal produksi pada tahun 2016, jumlah karyawan pabrik independen Vivo di Cikupa kini telah meningkat hingga hampir 5 kali lipat yang terdistribusi baik dalam produksi, supervisi, hingga administrasi.


Seluruh karyawan yang terlibat dalam proses produksi harus dalam keadaan steril dan bersih. Ada baju, topi, dan alas kaki khusus yang digunakan untuk memasuki ruangan produksi, guna memastikan ruang produksi bebas dari debu. Standar keamanan tinggi dengan pengecekan manual dan otomatis yang berlaku mutlak bagi seluruh karyawan PT Vivo Mobile Indonesia.

Semua karyawan diwajibkan untuk melepas segala jenis logam dalam barang bawaan seperti ponsel, dompet hingga ikat pinggang, dan menyimpannya di loker yang telah disediakan oleh manajemen pabrik. Pengecekan ini juga sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) keamanan di pabrik Vivo Global. (Ozi)

Sumber: PR

 

    2019-05-23 11:23:27


    ZTE Luncurkan Blade A5 2019