pulsa-logo

Apa Itu LiFi ?


Aldrin Symu

Selasa, 18 Desember 2018 • 17:11

LiFi, Philips, IoT,


 

image: signify.com

Saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan keseharian dan menjadi tren dalam menyongsong era industri 4.0. Ketika frekuensi radio menjadi semakin padat, spektrum cahaya adalah sumber daya besar yang belum dimanfaatkan. Philips, perusahaan elektronik asal Belanda, mengembangkan teknologi LiFi (Light Fidelity) yang mampu mengantarkan koneksi internet broadband melalui perantaraan cahaya. Memang, teknologi LiFi dipercaya memiliki potensi besar untuk era digital saat ini. Karena bandwidth cahaya terbilang besar dan sesuai untuk koneksi yang stabil dan simultan dari berbagai perangkat Internet of Things (IoT). Apa LiFi itu dan kenapa LiFi dianggap teknologi terkini yang penting? Berikut ulasannya.

Awal Mula LiFi

Light Fidelity (disingkat LiFi) merupakan teknologi komunikasi nirkabel dua arah berkecepatan tinggi dan memiliki cara kerja mirip dengan teknologi WiFi. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Harald Haas. LiFi yang ditunjukkan oleh Harald Haas merupakan komunikasi yang memanfaatkan cahaya tampak. Teknologi ini dapat menjadi pelengkap komunikasi radio. LiFi dipercaya mampu mentransfer data hingga 100 Gbps. Teknologi ini pernah didemonstrasikan di Consumer Electronics Show 2012 di Las Vegas.

image: scienceabc.com


Cara Kerja

LiFi bekerja dengan adanya 2 (dua) sumber cahaya yang berada pada masing-masing ujung perangkat. Sumber cahaya yang bisa digunakan yaitu LED atau detektor foto (Light Sensor). Saat cahaya LED menyala, cahaya sensor pada ujung perangkat lainnya akan mendeteksinya.

Pada cahaya LED tadi, sebuah pesan akan dikirimkan dan kemudian ditangkap oleh detector cahaya pada perangkat lainnya. Pada penerapannya, teknologi LiFi ini menggunakan beberapa warna pada cahaya LED. Jika warna-warna ini menyala bersamaan, maka akan menciptakan bangunan informasi yang sangat besar untuk dikirimkan secara simultan. Hanya dengan menggunakan laser warna hijau dan warna merah secara bersamaan, sebuah data bisa terkirim dengan kecepatan 1 Gbps. Dengan menambahkan warna, maka semakin bertambah kecepatannya.

 

image: wikipedia.org

Mengapa LiFi memiliki kecepatan data berkali lipat dibandingkan dengan WiFi ? tidak lain karena penggunaan LED. Seperti diketahui, LED merupakan semikonduktor yang memiliki sifat berbeda dibanding jenis lampu lain. Lampu LED mampu untuk beralih dari On ke Off dan sebaliknya hanya dalam hitungan nanodetik atau miliar detik. Jika nanodetik ini dikonversikan dalam kecepatan data maka bisa setara dengan 1 Gbps

LiFi Pada Luminer Signify

Itu bila secara teoritis. Dalam kenyataannya, saat ini, kecepatan LiFi dapat diwakilkan dengan salah satu produk yang dibuat oleh Philips yang diberi nama Luminer Signify. Luminer Signify untuk kantor yang diaktifkan dengan teknologi LiFi menyediakan koneksi pita lebar dengan kecepatan 30Mb per detik (Mbps) tanpa mengorbankan kualitas pencahayaan. Dengan 30Mbps, pengguna dapat melakukan streaming beberapa video berkualitas HD secara bersamaan sambil melakukan panggilan video.

Setiap luminer dilengkapi dengan modem terpasang yang memodulasi cahaya pada kecepatan yang kasat mata manusia. Cahaya dideteksi oleh kunci USB/dongle LiFi yang terpasang ke soket laptop atau tablet (di masa depan teknologi tersebut akan dibangun ke dalam laptop dan perangkat). Dongle USB LiFi mengembalikan data ke luminer melalui tautan inframerah. Dengan luminer Philips yang dapat terkoneksi dengan LiFi, pelanggan mendapatkan manfaat ganda dari kualitas, pencahayaan LED hemat energi dan koneksi yang sangat aman, stabil dan kuat karena LiFi memiliki spektrum 10.000 kali WiFi.

 

image: scienceabc.com

Kelebihan dan Kekurangan LiFi

LiFi akan memudahkan siapa saja untuk mengakses internet dimana pun termasuk daerah terpencil yang tidak dijangkau oleh kabel optik. Selain itu LiFi dapat mengurangi polusi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelombang radio. Namun, LiFi juga membutuhkan pengembangan menuju kesempurnaan. Karena teknologi LiFi saat ini masih membutuhkan receiver (penerima) khusus (seperti infra red dan sejenisnya) yang tidak boleh dipindah-pindah sehingga belum mobile. Kelemahan lainnya adalah cara mengirimkan kembali data ke pemancar secara optimal.

Dikutip dari berbagai sumber

Aldrin Symu